Dibunuh dan Dibuang ke Gunung! Pemuda Aceh Murka, Tuntut Keadilan atas Kekejaman Oknum TNI AL

Muhammad Safri, Tokoh Pemuda Aceh. Foto: Ist

Aceh Utara | Fokusinspirasi.com– Tokoh Pemuda Aceh mengecam keras tindakan oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) yang diduga menembak mati seorang warga, Hasfiani alias Imam, yang berprofesi sebagai sales mobil dan tenaga sukarela di Puskesmas Kabupaten setempat.

Korban ditemukan tewas dalam karung di kawasan KM 30 Gunung Salak, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, pada (17/03/25).

Tokoh Pemuda Aceh Utara, Muhammad Safri, menegaskan bahwa aksi kekerasan seperti ini tidak dapat ditoleransi. Ia meminta agar proses hukum terhadap pelaku dilakukan secara transparan dan memberikan hukuman setimpal.

Baca Juga  Mendagri sebut Anggaran Stunting Rp10 M tapi Diterima Rakyat Rp2M, Kemana Sisanya?

“Kami mengecam keras tindakan ini dan meminta agar pelaku diproses secara hukum tanpa pandang bulu. Jangan sampai kasus ini mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI,” ujar Safri.

Safri, menuntut agar pihak berwenang menangani kasus ini dengan serius dan memastikan tidak ada intervensi dalam proses hukum.

Sementara itu pada saat konferensi Pers 17/03/25, Komandan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Lhokseumawe, Mayor Laut (PM) Anggiat Napitupulu, memastikan bahwa pelaku yang berinisial DI dan berpangkat Kelasi Dua telah ditahan. Ia berjanji bahwa proses hukum akan berjalan secara terbuka, dan pelaku akan mendapatkan sanksi tegas sesuai perbuatannya.

Baca Juga  Wali Kota Lhokseumawe Komitmen Terima Saran dan Kritik untuk Perbaikan

Motif sementara yang terungkap dalam penyelidikan menyebutkan bahwa pelaku ingin menguasai mobil milik korban. Kejadian ini memicu kemarahan publik, terutama di kalangan pemuda yang berharap agar institusi militer lebih ketat dalam menegakkan disiplin dan menjaga profesionalisme.

Pemuda Aceh Utara berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan dan meminta pemerintah serta institusi TNI AL untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap anggotanya agar kejadian tragis seperti ini tidak terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *