![]()
Aceh Utara | Fokusinspirasi.com – Puluhan kepala keluarga (KK) penyintas bencana di Kecamatan Seuneudon, Kabupaten Aceh Utara, menggelar buka puasa bersama pemerintah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di hunian sementara (huntara) Desa Ule Reubek Timu, Kamis (27/02).
Menjelang waktu berbuka, suasana di huntara tampak sederhana. Para penyintas yang telah tiga bulan tinggal di lokasi tersebut menjalani ibadah puasa dengan segala keterbatasan.
Hingga kini, mereka masih tidur beralaskan tikar dan menunggu kelengkapan fasilitas lainnya.
![]()
Meski demikian, para penyintas tetap bersyukur dan berupaya bangkit dari keterpurukan. Sejumlah korban yang bermukim di wilayah pesisir pantai bahkan telah kembali melaut untuk melanjutkan kehidupan sehari-hari.
Salah seorang penyintas banjir, Basri, mengaku rumahnya lenyap disapu banjir saat bencana yang terjadi pada akhir tahun lalu. Ia bersama keluarga kini tinggal di huntara yang disediakan pemerintah.
“Walaupun kondisinya masih terbatas dan kami masih beralaskan tikar, kami berterima kasih kepada pemerintah pusat melalui BNPB yang sudah membangun huntara ini untuk kami tempati bersama keluarga,” ujar Basri.
Basri berharap pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana dapat segera direalisasikan agar para penyintas bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, didampingi Bupati Aceh Utara Ismail A., turut berbuka puasa bersama para penghuni huntara.
Pada kesempatan itu, pemerintah juga menyerahkan santunan kepada 120 anak yatim di lokasi tersebut.
Suharyanto mengatakan, rangkaian kegiatan buka puasa bersama dengan mengecek Huntara dilakukan secara maraton. Mulai dari Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan besok ke Nagan Raya.
“Ini salah satu lokasi Huntara di Kecamatan Seunuddon, yang sudah selesai dan diisi oleh korban terdampak. Di Aceh Utara sendiri Huntara diusulkan 5.000 unit dan sudah terbangun 4.000 lebih, dan ini terus berlanjut,” kata Letjen TNI Suharyanto.
Secara umum untuk seluruh Aceh, kata dia, Huntara yang harus dibangun sekitar 16 ribu unit. Namun yang baru selesai saat ini diperkirakan sebanyak 10 ribu unit. Ia menargetkan sebelum lebaran semua hunian itu bisa ditempati oleh seluruh penyintas banjir.
“Kita terus berjuang dan mengejar target, karena yang bangun huntara bukan hanya BNPB. Tapi ada juga dari Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum, rumah zakat, dompet dhuafa dan sebagainya,” ujarnya.
BNPB menargetkan seluruh hunian sementara tersebut sudah dapat ditempati sebelum Lebaran oleh para penyintas banjir.
Memasuki bulan ketiga pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh serta tiga provinsi di Pulau Sumatra pada akhir tahun lalu, pemerintah menyatakan tetap fokus pada upaya pemulihan, terutama bagi para penyintas yang hingga kini masih tinggal di tenda dan hunian sementara.