Magnet School di Aceh Timur Terbengkalai Akibat Utang Pemerintah

Gedung megah Magnet School di Aceh Timur.

Aceh Timur | Fokusinspirasi.com – Gedung megah Magnet School di Jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Balee Buya dan Dama Tutong, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, kini terbengkalai.

Bahkan, bangunan tampak tidak terurus sejak dibangun beberapa tahun lalu. Kurangnya perawatan dan tidak difungsikannya gedung ini menyebabkan kerusakan yang semakin parah. Kondisi ini terjadi akibat Pemerintah Kabupaten masih memiliki utang puluhan miliar rupiah kepada pemerintah pusat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur masih harus membayar tunggakan pinjaman kepada pemerintah pusat sebesar lebih dari Rp73 miliar. Tunggakan ini dicicil setiap bulan melalui pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) oleh pusat sejak 2021 hingga saat ini.

Baca Juga  Polres Aceh Timur Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pekerja Jasa Pengiriman

Utang tersebut merupakan bagian dari perjanjian penerusan pinjaman antara Republik Indonesia dan Pemerintah Aceh Timur. Pinjaman tersebut berasal dari Islamic Development Bank untuk pembiayaan The Reformulation of Science & Technology Equity Programmer II sesuai dengan perjanjian Nomor: 0064 tanggal 2 April 2002 serta SLA-1195/DP3/2005 tanggal 15 Agustus 2005, yang digunakan untuk pembangunan gedung Magnet School.

Pemotongan DAU untuk Cicilan Utang

Kepala Badan Pengelolaan Kekayaan Daerah (BPKD) Aceh Timur, Zulkifli, menjelaskan bahwa pemotongan DAU oleh pemerintah pusat dilakukan dengan jumlah yang bervariasi setiap tahunnya.

Baca Juga  Anggota DPRK Aceh Utara Tinjau SDN 7 Pasca Loteng Ambruk

Pada 2021, pemotongan hanya berlangsung dari bulan Juni hingga Desember dengan total Rp7 miliar. Sementara itu, untuk periode anggaran Januari 2022 hingga Desember 2024, pemerintah pusat memotong sekitar Rp1,38 miliar setiap bulan, dengan total mencapai Rp49,69 miliar.

Dengan kondisi keuangan daerah yang masih terbebani utang, belum ada kepastian kapan gedung Magnet School dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

“Warga dan pemerhati pendidikan berharap ada solusi dari pemerintah agar fasilitas ini tidak semakin rusak dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan di Aceh Timur,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *