Anggota Dewan Sesalkan Pengalihan Bantuan 1.500 Santri ke Rumah Dhuafa

Aceh Utara | Fokusinspirasi.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara, Muhammad Romi, angkat bicara terkait pengalihan bantuan santri ke rumah dhuafa oleh Baitul Mal setempat.

Berdasarkan informasi dihimpun fokusinspirasi.com, Baitul Mal awalnya menganggarkan anggaran untuk bantuan para santri asal Aceh Utara yang menempuh pendidikan di seluruh Aceh.

Sebanyak 1.500 santri dianggap memenuhi kriteria untuk menerima bantuan tersebut. Dengan estimasi per orang mendapatkan uang tunai Rp 1 juta.

Setelah anggaran tersebut disetujui dan disahkan oleh DPRK Aceh Utara, pihak Baitul Mal malah mengalihkan dana bantuan untuk santri yang berjumlah Rp 1,5 miliar ke pembangunan rumah fakir miskin atau rumah dhuafa.

Baitul Mal Aceh Utara beralasan bahwa pembangunan rumah dhuafa untuk para fakir miskin lebih darurat, dibandingkan memberikan bantuan kepada para santri.

Baca Juga  54.713 Masyarakat Aceh Utara Golput pada Pilkada 2024

Ironinya, Baitul Mal sebelumnya sudah memerintahkan para santri untuk membuka rekening di salah satu bank sebagai persyaratan bagi mereka untuk pencairan bantuan tersebut.

Dimana untuk memiliki buku rekening Bank, para santri harus menyetor uang sebesar Rp 100 ribu sebagai syarat bagi setiap penabung awal.

“Kita sesalkan sikap Baitul Mal sudah mengecewakan serta merugikan para santri calon penerima bantuan,” kata Romi, Minggu, 5 Januari 2025.

Kekesalan anggota DPRK ini, lantaran Baitul Mal jelas mengajukan anggaran untuk bantuan para santri yang tengah menempuh pendidikan. Karena itulah, usulan dari Baitul Mal disetujui oleh legislatif.

“Sangat disayangkan para wali santri sudah menyetorkan 100 ribu rupiah untuk penyetoran awal saat membuka rekening, belum lagi biaya transportasi dan waktu yang terbuang sia-sia,” ungkap Romi.

Baca Juga  Capaian Kinerja Kejari Lhokseumawe sepanjang 2024

Dalam hal ini, kata Romi, Baitul Mal terkesan secara sepihak mengutak-atik anggaran yang sudah disahkan. Sehingga tidak lagi sesuai peruntukannya sebagaimana pengajuan awal sehingga disahkan tanpa melalui prose dan mekanisme berlaku.

“Saya yakin kita semua sepakat bahwa pemberdayaan SDM santri lebih darurat dari pada pembangunan rumah dhuafa. Aceh saat ini butuh generasi yang paham dan mengerti tentang agama,” pungkas anggota dewan fraksi Partai Aceh itu.

Romi berharap Baitul Mal membatalkan keputusan terkait pengalihan dana itu dan mengembalikan ke fungsi awal. Jika tidak diindahkan dikhawatirkan menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Ini juga harus jadi pelajaran bagi instansi lain, agar tidak bermain-main dengan anggaran yang telah ditetapkan,” pungkas Romi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *