![]()
Aceh Tenggara | Fokusinspirasi.com -Kepolisian Polres Aceh Tenggara berhasil mengungkap kasus peredaran beras oplosan di Desa Terutung Seperai, Kecamatan Bambel.
Dalam operasi yang digelar aparat gabungan Kamis (3/4) sekitar pukul 00.30 WIB, petugas menyita satu unit truk Fuso oranye yang mengangkut beras oplosan.
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan warga yang mencurigai adanya aktivitas bongkar muat beras di kios UD. Kamsiah Jaya Tani.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan segera melakukan penggerebekan terhadap truk yang terparkir di depan kios.
Pengoplosan diduga dilakukan dengan cara, beras berjenis menir dan beras berjenis premium yang dicampur, kemudian dijual ke Bulog.
Hasil pemeriksaan mengungkap sekitar 21 ton beras yang diduga telah dioplos, serta sejumlah barang bukti lainnya, seperti delapan bal karung beras Bulog (SPHP), satu unit timbangan digital 150 kg, dan satu mesin jahit untuk pengemasan beras.
Dalam kasus ini, polisi menetapkan lima tersangka, yakni, MMT (26), pemilik beras, M (33), sopir truk, MAR (44), pekerja bongkar muat, MA (25), pekerja bongkar muat, warga, B (23), pekerja bongkar muat.
Dari hasil pemeriksaan awal, pemilik kios mengakui bahwa beras oplosan tersebut rencananya akan dikirim ke Bulog di Desa Tanah Merah, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara.
Petugas pun melakukan penggeledahan lebih lanjut di dalam kios dan menemukan karung-karung kosong, timbangan, serta mesin jahit yang diduga digunakan dalam proses pengemasan ulang beras.
Saat ini, seluruh barang bukti dan para tersangka telah diamankan di Mapolres Aceh Tenggara untuk penyelidikan lebih lanjut.
Para pelaku dijerat dengan Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yang mengancam pelaku usaha yang merugikan konsumen dengan sanksi tegas.
Kapolres Aceh Tenggara AKBP R. Doni Sumarsono, melalui Kasat Reskrim IPTU Bagus, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran beras oplosan. Ia juga meminta masyarakat segera melapor jika menemukan indikasi praktik serupa di lingkungan sekitar.
“Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan guna memastikan keamanan pangan bagi masyarakat,” tegasnya.