Pernyataan Prabowo Soal Bencana Berbalik dengan Fakta di Lapangan

Korban bencana beraktifitas di tenda darurat di Aceh Tamiang, Aceh. Foto: RM

Aceh Tamiang | Fokunspirasi.com — Di tengah kesibukan masyarakat merayakan mudik dan libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, kisah pilu masih dialami sejumlah penyintas bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Hingga kini, mereka masih bertahan di tenda darurat dengan segala keterbatasan, 25 Maret 2026.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan pernyataan Presiden yang menyebutkan bahwa hampir 100 persen korban bencana sudah tidak lagi menempati tenda darurat.

Fakta di lapangan menunjukkan masih adanya warga yang belum mendapatkan hunian layak.

Memasuki hari kelima Idulfitri, Irmahayani bersama suami dan dua anaknya masih tinggal di tenda sederhana yang berdiri di tepi jalan, tepatnya di Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.

Baca Juga  Anggota DPRK Aceh Utara Dorong Pemerintah Aceh Segera Tetapkan Wilayah Pertambangan Rakyat

Lebaran yang seharusnya menjadi momen penuh kehangatan, bagi keluarga ini justru terasa jauh dari kata layak.

Sejak banjir melanda kawasan tersebut pada akhir tahun 2025 lalu, mereka kehilangan tempat tinggal dan belum bisa kembali ke rumah.

Seluruh aktivitas sehari-hari terpaksa dilakukan di dalam tenda sempit, mulai dari memasak, beristirahat, hingga memenuhi kebutuhan dasar lainnya. Keterbatasan fasilitas membuat kehidupan mereka jauh dari nyaman.

Selain itu, kondisi lingkungan yang berdebu, suhu panas di siang hari, serta kebisingan kendaraan di malam hari turut berdampak pada kesehatan dan kenyamanan, terutama bagi anak-anak yang harus tumbuh dalam situasi serba kekurangan.

Baca Juga  Polres Aceh Utara Cek Senjata Api Dinas, Pastikan Penggunaan Sesuai Prosedur

Irmahayani mengaku hingga saat ini belum menerima bantuan yang berarti. Ia berharap pemerintah segera memberikan perhatian agar dirinya dan keluarga bisa bangkit serta kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

“Kami masih bertahan di tenda seperti ini. Harapannya ada bantuan dari pemerintah supaya kami bisa punya tempat tinggal yang layak,” Ungkap Irmahayani korban bencana.

Di tengah euforia masyarakat merayakan Lebaran, harapan para penyintas banjir di Aceh Tamiang masih sederhana, yakni mendapatkan perhatian dan tempat tinggal yang layak, agar dapat kembali merasakan makna sejati Idulfitri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *