Konflik Warga dan PTPN, Bupati Diminta Segera Bertindak

Aceh Utara | Fokusinspirasi – Konflik antara warga dengan PTPN berbuntut panjang, ratusan warga memblokir akses keluar- masuk truk pengangkut buah sawit milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional 6.

Aksi ini sudah berlangsung sejak sabtu (27/09) sebagai bentuk protes terhadap konflik agraria terkait lahan Hak Guna Usaha (HGU).

Bahkan massa sebelumnya juga pernah melakukan aksi demo ke kantor Bupati Aceh utara. Mereka menuntut pemerintah daerah untuk menyelesaikan sengketa tanah antara petani dan perusahaan milik negara tersebut.

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Aceh yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tani Aceh Utara Melawan mengecam keras tindakan provokatif yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Aceh Utara dalam aksi blokade jalan yang berlangsung pada 1 Oktober 2025.

Baca Juga  Pengacara Ancam Somasi MNC Finance Lhokseumawe

Menurut keterangan lapangan, massa aksi yang tengah dikawal oleh aparat Dalmas diduga sempat diprovokasi oleh seorang  bernama A, yang hadir di tengah-tengah aksi dan hampir memicu keributan. Tindakan provokatif tersebut dinilai sebagai upaya adu domba sipil yang didalangi oleh PTPN.

“Kami LMND bersama Aliansi Masyarakat Tani Aceh Utara Melawan mengecam keras adanya upaya adu domba yang dilakukan oleh PTPN melalui oknum SPSI. Ini bukan hanya merusak tatanan perjuangan masyarakat, tapi juga mengancam persatuan rakyat,” tegas Bung Naso, Ketua LMND Aceh.

Aliansi menilai bahwa langkah PTPN telah semakin jauh merusak tatanan sosial masyarakat. Oleh karena itu, mereka mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh Utara untuk segera menindaklanjuti petisi yang telah ditandatangani masyarakat, tanpa harus menunggu munculnya konflik horizontal yang lebih besar akibat praktik adu domba semacam ini.

Baca Juga  Begini Penjelasan Kadis Pendidikan Pasca Ambruknya Loteng Di SDN 7 Aceh Utara.

“Masyarakat kita hampir baku hantam kemarin. Situasi ini berbahaya, dan jangan sampai PTPN terus dibiarkan memainkan politik pecah belah. Pemda harus segera bertindak,” lanjutnya.

Aliansi juga menyoroti indikasi bahwa provokasi tersebut sengaja diarahkan untuk memancing agar koordinator lapangan (korlap) aksi dapat ditangkap. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa langkah-langkah PTPN dan oknum terkait bukan sekadar spontan, melainkan terencana untuk melemahkan perjuangan masyarakat tani Aceh Utara.

Aliansi Masyarakat Tani Aceh Utara Melawan menegaskan bahwa perjuangan rakyat akan terus berlanjut hingga hak-hak masyarakat dipenuhi dan praktik adu domba yang merugikan rakyat segera dihentikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *