
Aceh timur | Fokusinspirasi.com – Petani di lima Desa di Kecamatan Peureulak timur, Aceh timur kesulitan saat turun ke sawah akibat kerusakan Irigasi Mon Jiem-jiem yang terletak di Desa Alue Bu Alue Nireh, daerah setempat.
Keuchik Desa Alue Bu Alue Nireh, Ibrahim, mengatakan, irigasi tersebut dibangun pada tahun 1980 dan kini tidak lagi berfungsi secara optimal, sehingga membuat petani hanya bisa mengandalkan tadah hujan, untuk bercocok tanam.
“Irigasi tersebut awalnya memiliki tiga pintu air yang mengaliri sawah kelima desa, yakni Desa Alue Bu Alue Nireh, Alue Tho, Seuneubok Rawang, Seuneubok Tupin dan Alue Bu Alue Lhok,” kata Ibrahim, Senin, (3/2/25).
Ibrahim mengatakan, dulunya warga untuk pergi ke sawah mengandalkan irigasi ini bertani. Tetapi sejak rusak, air tak lagi mengaliri ke sawah.
Sehingga, lanjutnya, sekarang menjadi sawah tadah hujan. Akibatnya para petani hanya bisa menanam padi setahun sekali karena keterbatasan air.
Saat ini kondisi kerusakan irigasi Mon jiem jiem kian parah, lantai dasarnya sudah dangkal dan rusak serta pintu perairan sudah tidakberfungsi.
“Irigasi ini perlu diperluas dan di normalisasi agar air bisa kembali mengalir ke sawah warga,” pungkasnya