Muara Krueng Pasee Dangkal  Butuh Perhatian Gubernur Aceh

Misbahuddin (Marcos), Tokoh Kecamatan Samudera, Aceh utara. (Foto:Ist)

Aceh Utara | Fokusinspirasi.com— Kekhawatiran masyarakat pesisir di kawasan muara Krueng Pase, Kecamatan Samudera, Aceh utara, kian meningkat karena belum adanya kepastian soal pengerukan alur muara yang mengalami pendangkalan parah. Warga menilai kondisi ini sudah mengancam keselamatan, perekonomian, hingga keberlanjutan aktivitas nelayan di daerah tersebut.

Pendangkalan terjadi sejak beberapa tahun terakhir membuat jalur keluar-masuk bot nelayan semakin menyempit. Pada musim tertentu, gelombang tinggi dan arus kuat memperparah kondisi sehingga kapal nelayan kerap kandas dan sulit melaut.

Banyak nelayan terpaksa mengurangi intensitas melaut, sementara sebagian lainnya harus menempuh jalur lebih jauh untuk keluar ke perairan lepas. Biaya operasional naik, tapi hasil tidak sebanding membuat nelayan terpukul.

“Harapan kami warga samudera tanggul sungai yang ambruk akibat debit air tinggi kiriman dari Kabupaten Bener Meriah juga segera diperbaiki agar tidak mengancam terjadinya banjir”, ungkap Misbahuddin (Marcos) yang juga mantan Kombatan GAM Pasee.

“Selain itu yang butuh perhatian untuk pembangunan satu Jetty, karena satu jetty  lagi sebelah nya sudah di bangun pada tahun sebelumnya, dan ini penting sekali. Akibat tanpa Jetty satu lagi maka dampak lumpur dari arus tersebut tertimpa permukiman warga yaitu Gampong sawang, pu’uek dan Blang Nibong masih dalam Kecamatan Samudera.

Baca Juga  Tujuh Kabupaten dan Kota di Aceh Belum Layak Anak

Kalau tidak segera dikeruk muara sungai, kami takut aktivitas melaut benar-benar lumpuh. Sekarang saja sudah sangat susah lewat menurut nelayan,” tambah Marcos.

Marcos berharap Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Pengairan Aceh untuk melaksanakan sesuatu perencanaan teknis yang sangat rinci untuk sebuah proyek pembangunan (DED) di Kecamatan Samudera demi kesejahteraan ekonomi nelayan kecil.

Marcos turut mendesak Pemerintah Aceh dan khususnya Dinas Pengairan Aceh agar segera mengambil langkah konkret. Warga pesisir berharap pengerukan muara masuk dalam program prioritas mengingat dampaknya yang langsung menyentuh hajat hidup ribuan warga. “Ini tidak bisa ditunda lagi. Jika muara dibiarkan seperti ini, bukan hanya ekonomi yang rusak, tapi juga masa depan generasi pesisir,” tutup Marcos.

Baca Juga  Edarkan Uang Palsu, Perempuan Asal Aceh Utara Ditangkap Polisi di Suzuya Lhokseumawe

Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf meminta dukungan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh untuk rencana pengerjaan pengerukan muara sungai di provinsi Aceh.

“Sebanyak 95 persen kuala dangkal dan perlu dilakukan pengerukan agar para nelayan dapat dengan mudah mencari ikan tanpa harus menunggu pasang surut,” kata Muzakir Manaf di pendopo Gubernur Aceh.

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela mengukuhkan Kepala Perwakilan BPKP Aceh,  Nanang Agus Sutrisno di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat, (14/11/25)

Hingga kini, warga masih menanti kejelasan program pengerukan muara sungai dari pemerintah. Mereka berharap upaya penanganan segera dilakukan agar aktivitas pelabuhan rakyat, perikanan, dan keselamatan nelayan kembali terjamin.

Dengan kondisi cuaca ekstrem yang rentan melanda wilayah Aceh Utara, warga menilai penanganan pendangkalan muara Krueng Pase dan perbaikan tanggul sungai jebol adalah kebutuhan mendesak yang tidak boleh diabaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *