
Banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu menyebabkan sejumlah rumah warga terendam,bahkan ada yang hancur di terjang banjir bandang ,serta sejumlah akses jalan putus.Kondisi ini membuat kebutuhan pokok menjadi sangat terbatas bagi sebagian masyarakat Yang ada kawasan tersebut. Kehadiran para mahasiswa dengan membawa bantuan sembako pun disambut hangat oleh warga.
Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung selama satu hari penuh. Meski harus melewati jalan yang licin serta berlumpur sisa banjir bandang ,para mahasiswa tetap mendatangi rumah-rumah warga untuk menyerahkan bantuan.
Paket bantuan yang disalurkan berupa bahan kebutuhan pokok seperti gula, teh, dan roti. Selain itu, mahasiswa juga membawa kue, minuman, serta berbagai jajanan untuk anak-anak.
Ketua KPM, Sofia, mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari sesama mahasiswa dan rekan-rekan lainnya.
Dengan mata berkaca kaca para mahasiswa menyapa warga dengan bahasa daerah (aceh )“Kamoe dinge inoe brat banjir buk nyoeh. Kamoe na bacut sembako ke ureng droeneuh dari hasil meupesapat bacut sapoe dari rakan-rakan yang laen syit,” ujar Sofia saat menyerahkan bantuan kepada warga.
Warga yang menerima bantuan mengaku sangat terbantu dengan kepedulian para mahasiswa. Salah seorang ibu rumah tangga yang rumahnya sempat terendam banjir hingga setinggi lutut mengungkapkan rasa syukurnya.
![]()
Para mahasiswa berharap kegiatan ini dapat menjadi awal kebangkitan warga setelah bencana.
“Kami berharap bantuan ini bisa menjadi penyemangat bagi warga untuk bangkit kembali. Ke depan kami juga akan berusaha datang lagi untuk melihat kondisi mereka dan mencari tahu apa lagi yang bisa kami bantu,” ujar salah satu mahasiswa.
Melalui kegiatan tersebut, para mahasiswa berharap kehadiran mereka tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, tetapi juga menghadirkan semangat dan harapan baru bagi masyarakat Desa Kuala Kereto yang sedang berupaya pulih dari dampak banjir.””ujarnya””