
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 16 Februari 2026 tersebut membawa suasana baru dalam proses belajar dan bermain anak-anak. Selain menambah semangat, kehadiran mahasiswa juga menghadirkan keceriaan di tengah upaya pemulihan pascabencana yang dialami warga setempat.
Menurut Ketua kelompok Kuliah Pengabdian masyarakat (KPM) Safinatus sufia Mengatakan,Pendampingan yang dilakukan mahasiswa tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar formal. Mereka juga berupaya membangun kedekatan emosional dengan anak-anak melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan. Hal ini dinilai penting mengingat Kelompok Bermain tersebut berada di wilayah yang terdampak banjir, sehingga kegiatan yang dilakukan turut menjadi bagian dari upaya trauma healing.

Pertanyaan sederhana tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa memberikan kesan mendalam bagi anak-anak di Desa Kuala Kereutou.
Berbagai aktivitas interaktif turut meramaikan kegiatan tersebut, mulai dari edukasi ringan, bernyanyi bersama, hingga permainan trauma healing. Permainan seperti ice breaking, tebak gerakan hewan, oper karet menggunakan sedotan, serta oper tepung menjadi bagian dari kegiatan yang dirancang untuk melatih keterampilan motorik, kemampuan sosial dan komunikasi, konsentrasi, serta kreativitas dan imajinasi anak-anak.
Suasana kebersamaan yang hangat dan menyenangkan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Pada akhir acara, beberapa anak dengan bangga menunjukkan keberhasilan mereka meraih juara dalam permainan yang dilakukan. Para mahasiswa pun memberikan pujian serta pelukan hangat sebagai bentuk apresiasi atas semangat mereka.
Bagi mahasiswa KPM UIN SUNA, kegiatan pengabdian di Desa Kuala Kereutou tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengalaman kemanusiaan yang penuh makna. Kenangan yang tercipta diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan tumbuh dengan ceria, meskipun pernah menghadapi masa sulit akibat bencana.””ujarnya””