Keuchik Gampong Mesjid Bantah Tudingan Meminta Kembali Dana Perbaikan Rumah

Aceh utara | Fokusinspirasi.com – Keuchik Gampong Mesjid, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, Putri Sri Wahyuni membantah keras  semua tudingan yang menyebutkan dirinya meminta kembali dana perbaikan rumah warganya yang rusak akibat di terjang angin beliung beberapa waktu lalu.

“Saat kejadian bencana alam itu saya sedang mengantar anak kedayah dan tidak berada di tempat. Lalu saya mendapatkan telepon dari warga bahwa ada dua rumah di gampong rusak akibat angin kencang,” kata Putri saat dikonfirmasi awak media, Senin, 25 Agustus 2025.

Usai menerima informasi itu tepatnya 10 Juli 2025. Dirinya mendatangi langsung kedua rumah warganya tersebut. Di sana dia dapati jika Nasruddin mengeluhkan sama sekali tidak memiliki uang untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat di terjang angin puting beliung .

“Saya sayang melihat dan memutuskan mendatangi toko bangunan di Gampong Ujong Reuba untuk berutang sejumlah barang konstruksi supaya rumahnya bisa segera diperbaiki,” ujarnya didampingi Sekdes, Basyiruddin; Ketua Tuha Peut, Tgk Rusli dan Kaur Pembangunan. Razali.

Posisi saat itu, kata Putri, dirinya sama sekali tidak memiliki uang . Sedangkan nama Nasruddin sendiri tidak terdaftar dalam daftar calon penerima bantuan rehab rumah dari Dana Desa tahap I 2025.

Baca Juga  Wagub Aceh : Bantuan Rumah Rusak Bukti Nyata Negara Hadir untuk Rakyat

“Saat itu saya mengeluarkan uang Rp3.764.000 untuk memperbaiki rumah milik Nasruddin. Itu murni dari uang pribadi saya,” tegas Putri.

Putri menambahkan, usai membeli atap seng, kayu, batu bata dan semen saat itu masih kekurangkan tiga batang kayu lagi, sehingga keuchik meminta supaya menggunakan kayu lama yang masih bagus untuk melengkapi kekurangan.

Ternyata tidak sampai di situ, sambung Putri, Nasruddin menghubungi Kaur Pembangunan menanyakan soal tiga batang kayu yang tidak cukup itu.

“Sempat keluar kalimat dari Nasruddin Peuteupat (selesaikan). Saya Tanya apa yang harus diselesaikan, sehingga saya putuskan memanggil 18 orang aparatur gampong dan membuat rapat untuk menyelesaikan semua kesalahpahaman,” kata Putri.

Tak sampai di situ, Putri mengaku permasalahan semakin melebar. Nasruddin menagih biaya pemasangan lampu lorong beberapa bulan sebesar Rp 200 ribu per hari untuk sembilan hari kerja. Sementara sebelumnya keuchik mengaku sudah membayar senilai Rp 540 ribu secara bertahap.

Putri kembali menyebutkan, Nasruddin juga meminta uang tambahan untuk perbaikan Mesi genset Rp 350 ribu. Dengan jumlah total biaya harus diberikan kepada Nasruddin Rp 1.500.000.

Baca Juga  Polisi Olah TKP Rumah Wartawan TV One Dibobol Maling

“Di sini mungkin kesalahan saya, karena menanyakan ke kaur pembangunan berapa biaya pribadi saya keluarkan untuk perbaikan rumah, dan dipotong Rp 1,5 juta, sisanya berapa. Saat itu Nasruddin menanyakan lagi ke kami, kapan saya ganti, lalu saya hanya menjawab satu kata terserah,” ucap Putri.

Putri mengaku sama sekali tidak berniat meminta kembali uang pribadi yang sudah dipakai untuk perbaikan rumah Nasruddin yang rusak. Dan sampai saat ini  uang tersebut sama sekali tidak diterima kembali dan tidak akan diterima jika pun diganti nantinya.

“Saya ikhlas membantu, dan ternyata kejadian malah seperti sekarang. Alasan saya memberhentikan dia dari kepala dusun karena saya tidak bisa bekerja sama dengan beliau lagi,” sebut Putri.

Putri berharap ke depan Gampong Masjid tetap kompak dan jangan mudah termakan omongan orang. Seandainya ada pemberitaan yang menyudutkan atau simpang siur, ia meminta supaya mengkonfirmasi dirinya langsung. ” Ujarnya**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *