Kisah Penyintas Banjir Aceh Sambut Lebaran

Susianti, korban bencana banjir Aceh Tamiang berjualan aneka takjil jelang berbuka puasa.

Aceh Tamiang | Fokusinspirasi.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, penyintas bencana banjir bandang di Desa Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, masih harus menjalani kehidupan di tenda-tenda darurat, (13/03/26).

Tenda yang awalnya didirikan sebagai tempat perlindungan sementara pascabencana, kini juga menjadi ruang bagi warga untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari.

Dalam keterbatasan tersebut, para penyintas berusaha bangkit dan mencari cara untuk tetap bertahan hidup.

Di tengah kondisi itu, sejumlah warga bahkan mencoba memanfaatkan momentum bulan Ramadan dengan berjualan takjil untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menyambut Lebaran.

Salah satunya adalah Susianti, warga Desa Bandar Mahligai. Bersama suaminya, ia menyulap tenda darurat tempat mereka tinggal menjadi lapak sederhana untuk menjual aneka takjil berbuka puasa.

Di lapak kecil tersebut, Susianti menawarkan berbagai kue basah, air tebu, dan makanan ringan kepada warga yang melintas.

Baca Juga  Presiden Prabowo Tekankan HPP Gabah Rp6.500 per Kilogram

Meski berjualan dalam kondisi serba terbatas, ia tetap berusaha menjalani hari-hari dengan optimistis.

Menurutnya, berusaha adalah cara untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sekaligus menabung sedikit demi sedikit untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.

“Meski berjualan di tenda darurat, kami tetap berusaha agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi menjelang Lebaran, kami ingin tetap bisa merasakan suasana hari raya meski dalam kondisi seperti ini. Harapan kami semoga segera mendapat bantuan rumah yang layak dari pemerintah”, ungkap Susanti.

Sementara itu, Kepala Desa atau Datok Desa Bandar Mahligai, Zulfahmi, mengatakan hingga saat ini warga terdampak banjir bandang belum mendapatkan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap).

Padahal, menurutnya, data warga penerima bantuan tersebut sudah diserahkan sejak beberapa waktu lalu kepada pihak terkait.

Di Desa Bandar Mahligai sendiri, tercatat sebanyak 260 kepala keluarga terdampak banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 165 kepala keluarga mengalami kerusakan rumah berat bahkan hanyut terbawa arus.

Baca Juga  Ringankan Beban Korban Banjir, Ketua DPC PDI Perjuangan Aceh Utara Salurkan Bantuan Ramadan

Zulfahmi menyebutkan bahwa daftar nama penerima huntara dan huntap sebenarnya sudah keluar, namun hingga kini realisasinya belum juga dilakukan.

“Warga kami masih menunggu realisasi pembangunan huntara maupun huntap dari pemerintah. Sampai sekarang banyak warga yang masih tinggal di tenda darurat”,Pungkas Zulfahmi.

Pemerintah desa pun berharap pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi para korban banjir bandang segera direalisasikan. Pasalnya, hingga saat ini banyak warga masih bertahan hidup di tenda-tenda darurat.

Bahkan, aktivitas pemerintahan desa juga belum kembali normal. Kantor Kepala Desa Bandar Mahligai saat ini masih beroperasi dari tenda darurat sementara akibat dampak banjir bandang yang sangat dahsyat melanda wilayah tersebut pada akhir 2025 lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *