Muhammad Iqbal Banting Setir Jadi Petani Kopi di Pegunungan Pidie Jaya

Muhammad Iqbal, memanenkan kopi robusta di pegunungan Alue Batee Broek, Gampong Geulumpang, Tutong, Kecamatan Meureudu. Foto : Jamal Pangwa.

Pidie Jaya | Fokusinspirasi.com – Aceh dikenal kaya akan sumberdaya alam dan wisatanya. Pidie Jaya misalnya, menjadi salah satu kabupaten berpotensi besar dalam industri kopi setelah wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Salah seorang petani kopi robusta asal Pidie Jaya, Muhammad Iqbal mengatakan dirinya menggeluti profesi tersebut sejak 2022. Sebanyak 1.500 batang kopi berhasil ditanami kawasan pegunungan Alue Batee Broek, Gampong Geulumpang, Tutong, Kecamatan Meureudu.

Baca Juga  Banjir di Lhokseumawe Surut

Iqbal menyebutkan dalam setahun bisa dua  sampai tiga kali panen, dirinya mampu menghasilkan kopi sebanyak dua ton di lahan seluas dua hektare. Pria itu juga mengaku masih memiliki cadangan pohon kopi yang masih berumur tiga tahun lebih.

“Harga biji kopi robusta mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya Rp 40 ribu, kini menjadi Rp 65 ribu per kilogram,” ujarnya.

Baca Juga  Nusakambangan Tak Lagi Sekadar Pulau Penjara: Kemenimipas Panen Raya Padi dan Jagung!
Kebun kopi Robusta di pegunungan Alue Batee Broek, Gampong Geulumpang, Tutong, Kecamatan Meureudu. Foto : Jamal Pangwa.

Iqbal mengaku sebelumnya ia merupakan pebisnis warung kota di pusat kota Meureudu. Saat ini dia banting setir menjadi petani kopi dan hasilnya pun cukup memuaskan, apalagi komoditi tersebut sangat menjanjikan.

Kondisi jalan berlumpur dan sulit dilalui menuju ke kebun Kopi kawasan pegunungan Alue Batee Broek, Gampong Geulumpang, Tutong, Kecamatan Meureudu. Foto : Jamal Pangwa.

“Kendala dialami jalan terjal bebatuan dan berlumpur. Sehingga sulit mengangkut hasil panen,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *