Banjir Tak Surut Dua Hari, Ratusan Keluarga di Aceh Utara Mengungsi

Korban banjir mengungsi di ruang sekolah, di Desa Paya Dua, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara.

Aceh Utara | Fokusinspirasi.com – Banjir yang merendam tujuh kecamatan di Kabupaten Aceh Utara selama dua hari terakhir memaksa ratusan keluarga meninggalkan rumah mereka. Hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut membuat debit air di permukiman warga tak kunjung surut, minggu (23/11).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara melaporkan sebanyak 1.592  jiwa dari 519  kepala keluarga  terpaksa mengungsi. Para pengungsi tersebar di meunasah atau langgar desa, rumah kerabat, hingga memanfaatkan ruang-ruang sekolah sebagai tempat perlindungan sementara.

Di Desa Paya Dua, Kecamatan Seunuddon, misalnya, sebanyak 15 keluarga harus mengungsi ke salah satu sekolah setelah rumah mereka terendam banjir. Ketinggian air di permukiman bahkan berkisar antara 30 centimeter hingga satu meter.

Baca Juga  Ramadan dan Idul Fitri, Pertamina Patra Niaga Jamin Ketersediaan Energi di Aceh

Salah seorang pengungsi, Rosnita, mengaku terpaksa bertahan di ruang kelas dengan kondisi seadanya. Ia bersama keluarganya menggunakan meja sekolah dan sajadah panjang sebagai alas tidur. Mayoritas pengungsi di lokasi tersebut merupakan lansia dan anak-anak.
“Kami tidak tahu sampai kapan harus tinggal di sini. Hujan masih deras, air belum juga surut,” ujar Rosnita.

Baca Juga  Kota Lhokseumawe Raih Peringkat Nindya Kota Layak Anak 2025

Selain keterbatasan fasilitas, para pengungsi juga mulai mengeluhkan berbagai penyakit, seperti batuk, pilek, dan demam akibat cuaca lembap dan dingin yang terus diguyur hujan.

Mereka membutuhan bantuan obat- obatan, pempes bayi, dan sembako untuk memenuhi kebutuhan makanan sambil menunggu banjir surut.

Selama di pengungsian, warga hanya mengandalkan bantuan masa panik untuk kebutuhan sehari-hari.

Hingga kini, BPBD dan relawan masih terus memantau kondisi banjir di lapangan sambil menyalurkan bantuan ke titik-titik terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *