
Aceh Tengah | Fokusinspirasi.com – Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat mengantre panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, kamis, (05/03/26).
Antrean kendaraan terlihat mengular hingga beberapa kilometer, dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Salah satu antrean terpanjang terjadi di SPBU Kemili. Kendaraan memadati area pengisian hingga meluber ke badan jalan. Panjang antrean bahkan disebut mencapai lebih dari enam kilometer dari lokasi SPBU.
Para pengendara sepeda motor maupun mobil pribadi tampak sabar menunggu giliran mengisi bahan bakar. Sebagian di antaranya mengaku sudah mengantre sejak sore hari hingga pagi. Kepadatan kendaraan di sekitar lokasi sempat membuat arus lalu lintas melambat.
Kondisi serupa juga terpantau di SPBU Nunang Antara dan SPBU Paya Ilang. Antrean kendaraan di kedua lokasi tersebut masih terlihat panjang dan belum menunjukkan tanda-tanda berkurang.
Antrean panjang ini diduga dipicu meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan BBM.
Kekhawatiran itu muncul setelah beredarnya informasi mengenai kemungkinan terganggunya pasokan energi global akibat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Sejumlah warga memilih mengisi penuh tangki kendaraan sebagai langkah antisipasi. Mereka berharap ketersediaan BBM tetap terjaga sehingga aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
Warga lainnya, Mukhtar, mengaku merasa cemas setelah menerima berbagai informasi yang beredar. Ia memutuskan untuk mengisi penuh tangki kendaraannya sebagai langkah berjaga-jaga, meskipun harus menunggu lama di antrean.
Masyarakat berharap pasokan BBM di Takengon, Aceh Tengah, tetap aman dan tidak terjadi kelangkaan. Mereka juga berharap distribusi BBM berjalan lancar agar aktivitas masyarakat dapat tetap berlangsung normal tanpa rasa khawatir.
Kekhawatiran warga juga dipengaruhi pengalaman sebelumnya. Saat terjadi bencana di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah, masyarakat sempat mengalami krisis BBM karena akses distribusi terputus.
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memberikan klarifikasi terkait pesan berantai yang beredar melalui aplikasi percakapan dan media sosial yang mengimbau masyarakat untuk segera mengisi penuh tangki kendaraan, bahkan menggunakan jeriken.
Pertamina menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Saat ini penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan normal. Stok BBM di wilayah Aceh, termasuk wilayah Sibolga dan sekitarnya, dipastikan dalam kondisi aman dan terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi serta tidak mudah mempercayai pesan berantai dari sumber yang tidak jelas dan tidak sesuai dengan fakta.