![]()
ACEH UTARA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Aceh Utara daerah pemilihan (Dapil) V, melakukan reses ke Kecamatan Meurah Mulia, kabupaten setempat, Senin, 2 Desember 2024. Kegiatan itu bertujuan menampung aspirasi masyarakat untuk dibahas tingkat Parlemen.
Anggota DPRK Dapil V yakni Taliban, Muhammad Rizal, Tgk Muhibbudin, Tgk Nasrullah, Ruslan, Anzir dan Zulfadli.
Saat pertemuan berlangsung, anggota dewan Dapil lima itu mendengar keluhan warga terkait pembangunan irigasi Krueng Pase yang tak kunjung rampung. Akibatnya delapan kecamatan di Aceh Utara dan satu wilayah Lhokseumawe tidak bisa ke sawah.
“Mereka mengeluhkan tidak bisa bercocok tanam, karena bendungan Krueng Pase tak kunjung selesai,” kata Rizal.
Selain itu, kata Rizal, masyarakat juga mengadukan jalan lintas kecamatan tepatnya di Gampong Tanjong rusak parah sejak beberapa tahun terakhir. Mereka meminta agar segera dilakukan pengaspalan, lantaran menjadi satu-satunya akses penduduk saat beraktivitas.
“Mereka juga meminta agar memperjuangkan gaji guru dayah dan Imum Syik supaya dinaikkan. Karena selama ini hanya dibayar Rp 250 ribu per bulan, itupun hanya tujuh bulan sekali baru diterima,” ujarnya.
Terkait Bendungan Krueng Pase, Rizal mengaku DPRK Aceh Utara akan terus mengawal pembangunan agar selesai tepat waktu. Ia juga meminta rekanan bekerja maksimal agar masyarakat bergantung hidup di pertanian bisa kembali bercocok tanam.
“Begitupun dengan upah Imum Syik, sudah kami rekomendasikan ke bupati agar jerih mereka dibayar sampai 12 bulan,” sebutnya.
Dikatakan Rizal, terkait upah guru balai pengajian sudah menjadi kewenangan desa. Hal itu sesuai peraturan bupati Aceh Utara.(Muzakir).