Truk CPO Terobos Pembatas Pemeriksaan di Kutablang, Keselamatan Jembatan Bailey Terancam

Bireuen | Fokusinspirasi.com – Sejumlah truk tangki pengangkut crude palm oil (CPO) diduga menerobos pembatas pemeriksaan yang dipasang petugas di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, (23/02/26).

Aksi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan serta mengancam keselamatan Jembatan Bailey di jalur nasional setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa truk CPO memaksa melintas tanpa mengikuti prosedur pemeriksaan dan penimbangan. Kendaraan tersebut diduga tidak masuk ke lokasi timbangan di Terminal Matang sebagaimana diwajibkan bagi kendaraan bertonase besar.

Tindakan para pengemudi itu dinilai berisiko tinggi. Saat kejadian truk menerobos plang petugas, dua unit truk CPO hampir bersenggolan dengan sebuah minibus yang datang dari arah berlawanan.

Baca Juga  Aji Dan LBH Kecam Teror Kepala Babi ke Jurnalis Tempo

Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan dan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Petugas yang berjaga di lokasi disebut telah berupaya menghentikan laju kendaraan. Namun, truk tetap melintas dan tidak mengindahkan prosedur pemeriksaan.

Padahal, pembatas dan pos pemeriksaan dipasang untuk mengontrol tonase kendaraan agar tidak melebihi batas yang telah ditentukan.

Kondisi ini juga menjadi ancaman serius bagi Jembatan Bailey yang berada di jalur tersebut.

Baca Juga  Pimpin Rakor Penanggulangan Bencana, Wagub Minta Kabupaten Kota Fokus Persiapan Ramadhan

Sebagai jembatan darurat dengan batasan tonase tertentu, kendaraan bermuatan berlebih dikhawatirkan dapat memperparah kerusakan struktur dan membahayakan pengguna jalan.

Warga berharap pengawasan diperketat serta penindakan tegas diberlakukan terhadap kendaraan yang melanggar aturan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan ketahanan infrastruktur di jalur nasional tetap terjaga.
Aparat terkait diharapkan segera melakukan evaluasi dan memperkuat pengawasan guna mencegah insiden serupa terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *