Musabaqah Tilawatil Qur’an Menggema di Simpang Keuramat: Generasi Muda Didorong Tak Ulangi Sejarah Andalusia

Aceh utara | Fokusinspirasi.com— Suasana religius dan penuh semangat terasa kuat dalam gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang menjadi puncak rangkaian kegiatan Haul ISKAT ke-7 yang diselenggarakan oleh Ikatan Santri Simpang Keuramat (ISKAT).

Kegiatan tahunan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah pembinaan generasi muda agar tetap kokoh dalam nilai-nilai keislaman dan kehidupan bermasyarakat.

Sejak awal Ramadhan, ISKAT telah aktif menggelar safari dakwah ke 15 titik yang meliputi meunasah, mushalla, dan masjid di wilayah Kecamatan Simpang Keuramat.

Dalam safari tersebut, ISKAT mengajak masyarakat untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT serta memperbaiki akhlak sebagai fondasi utama kehidupan.

Ketua panitia, Tgk. Muhammad Ilham, dalam laporannya menegaskan pentingnya dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia mengingatkan bahwa tanpa upaya bersama dalam menjaga tradisi keilmuan dan nilai-nilai Islam, bukan tidak mungkin daerah yang dikenal kuat dalam syariat seperti Aceh, khususnya Simpang Keuramat akan mengalami kemunduran sebagaimana yang pernah terjadi di kota Andalusia.

Baca Juga  Marlina Muzakir Manaf Santuni Bocah Penderita Tumor Ganas

“Jika kegiatan seperti ini tidak terus digalakkan, kita khawatir sejarah besar seperti Andalusia, yang dulunya pusat peradaban Islam, akan terulang kembali dalam bentuk kemunduran moral dan keilmuan,” ujarnya.

Pembukaan acara yang berlangsung pada Selasa malam, 24 Maret, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Tgk. Ziaulhak, dilanjutkan sambutan dari berbagai tokoh. Ketua Forum Geuchik Simpang Keuramat menekankan pentingnya peran orang tua, aparatur gampong, dan seluruh masyarakat dalam mendorong anak-anak untuk aktif mengikuti kegiatan keagamaan.
Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan agama harus dimulai sejak dini melalui balai-balai pengajian atau pesantren, agar lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.

Kapolsek Simpang Keuramat, IPTU M. Nazir, yang secara resmi membuka acara turut memberikan motivasi kepada para peserta. Ia menekankan bahwa kesuksesan lahir dari proses panjang yang dimulai sejak usia muda.

“Anak-anak hebat lahir dari ketekunan dan semangat belajar sejak dini. Kegiatan seperti ini adalah langkah nyata dalam membentuk generasi unggul masa hadapan,” ungkapnya.

Baca Juga  Kapolres Aceh Timur yang Baru Mengawali Tugas dengan Bersilaturahmi ke Abu Paya Pasi

MTQ ini mempertandingkan lima cabang lomba, yaitu tilawatil Qur’an, cerdas cermat, pidato, azan, dan qiraatul kutub, yang diikuti oleh peserta dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Pada malam pembukaan, perlombaan dimulai dengan cabang azan dan dilanjutkan dengan pidato.

Kegiatan ini akan berlangsung selama lima malam hingga 28 Maret. Adapun anggaran yang dibutuhkan untuk acara ini sekitar 36.650.000 rupiah yang bersumber dari donasi safari Ramadan, serta dukungan KPA /PA sagoe teungku keuramat, Keuchik gampong, dan para tokoh dermawan lainnya.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Waled Saifullah, memohon keberkahan dan keberlanjutan kegiatan positif ini.
Melalui kegiatan ini, ISKAT berharap dapat terus menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan generasi muda, sehingga mereka tidak hanya menjadi penerus bangsa, tetapi juga penjaga peradaban Islam yang berakhlak dan berilmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *