Jelang Idul Fitri, Korban Banjir Aceh Timur Masih Mengungsi, Proyek Huntara Mangkrak

ACEH TIMUR | Fokusinspirasi.com – Menjelang H-5 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, puluhan warga di Desa Seunong, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, masih harus bertahan hidup di tenda dan gubuk darurat yang mereka bangun sendiri, (16/03/26).

Kondisi ini terjadi karena pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana hingga kini belum juga selesai dan bahkan terkesan terbengkalai.

Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut hampir empat bulan lalu memaksa warga Dusun Peulalau meninggalkan rumah mereka.

Namun hingga kini, sekitar 40 kepala keluarga masih menunggu kepastian kapan huntara yang dijanjikan dapat ditempati.

Di lokasi desa, sejumlah bangunan huntara terlihat berdiri setengah jadi. Pembangunan yang sempat berjalan kini terhenti, sementara kontraktor maupun para pekerja tidak lagi terlihat di lokasi proyek.

Baca Juga  Faisal Jamaluddin Sebut Penunjukan Alkhudri sebagai PLT Sekda Aceh Diduga Maladministrasi

Menurut warga, para pekerja meninggalkan proyek karena gaji mereka belum dibayarkan. Bahkan disebutkan kontraktor proyek tersebut telah pergi meninggalkan pekerjaan yang belum rampung.

Kepala Dusun Peulalau, Amran, mengatakan hingga saat ini pembangunan huntara belum selesai karena kontraktor yang menangani proyek tersebut tidak lagi berada di lokasi. Ia juga menyebut para pekerja mengaku belum menerima pembayaran dari pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Selain persoalan pembangunan huntara yang terhenti, warga juga mengaku selama masa tanggap darurat dusun mereka belum pernah dikunjungi oleh pemerintah setempat.

Salah seorang warga, Intan Putriyani, mengatakan warga terpaksa mengumpulkan kayu bekas untuk membangun barak darurat sebagai tempat tinggal sementara setelah banjir melanda.

Baca Juga  Mualem Buka Aceh Perkusi 2025 di Tengah Guyuran Hujan

Sementara itu, huntara yang dijanjikan hingga kini belum dapat digunakan.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Murtini. Ia menyebut kontraktor dan pekerja proyek sudah meninggalkan lokasi pembangunan. Bahkan, sejumlah pekerja disebut meninggalkan utang di beberapa kedai milik warga setempat.

Para penyintas bencana berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan huntara tersebut.

Mereka mengaku sudah berbulan-bulan tinggal di tenda dengan kondisi serba terbatas, terlebih Lebaran Idul Fitri tinggal beberapa hari lagi.

Warga juga menyebut sudah banyak pihak datang ke lokasi untuk melihat kondisi dan melakukan pendataan. Namun hingga saat ini, belum ada kepastian kapan pembangunan huntara tersebut akan kembali dilanjutkan dan diselesaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *