Cagar Budaya Sultan Malikussaleh Terabaikan, Pemerintah Aceh Utara Didesak Susun Master Plan Kebudayaan

Misbahuddin, Warga Kecamatan Samudera dan mantan Kombatan GAM. (Foto: Ist)

Aceh Utara | Fokusinspirasi – Keprihatinan terhadap kondisi situs-situs cagar budaya di Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, kembali mencuat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dinilai tidak menunjukkan kepedulian serius terhadap pelestarian warisan sejarah Kerajaan Samudera Pasai, termasuk makam Sultan Malikussaleh.

Pihak masyarakat dan pemerhati budaya setempat Misbahuddin (Markos) yang juga mantan Kombatan GAM Pase, dalam keterangannya, mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara agar segera menyusun master plan pembangunan kebudayaan secara menyeluruh untuk wilayah Kecamatan Samudera. Ia menilai bahwa sektor wisata budaya di kawasan tersebut sangat menjanjikan namun belum digarap secara optimal.

Baca Juga  Bertemu Mualem, Bobby Tawar Kelola 4 Pulau Aceh Singkil Secara Kolaboratif, Haji Uma: Bukan itu Mau Kami

“Sejak dulu pemerintah seakan setengah hati membangun peradaban budaya di Samudera. Padahal, ini aset penting Aceh Utara,” ujar Misbahuddin.

Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten dan DPRK Aceh Utara untuk duduk bersama, merumuskan langkah konkret guna mengembangkan pariwisata dan kebudayaan Islam berbasis sejarah di Samudera. Banyak wisatawan datang mengunjungi makam-makam leluhur di kawasan itu, namun kondisi situs budaya tersebut sangat memprihatinkan.

Baca Juga  Muzakir dan Fajar Siddik Pimpin Jurnalis Pase Football Club

“Apakah kita tidak malu, Jangan abaikan sejarah budaya kita. Tanpa Sultan Malikussaleh, mungkin sebagian Asia Tenggara masih menyembah pohon atau api,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memugar makam makam leluhur dan menghargai jasa para pendiri peradaban Islam di Nusantara.

Seruan ini menjadi peringatan keras agar tidak ada lagi kelalaian dalam menjaga jejak sejarah dan identitas Aceh sebagai negeri peradaban Islam pertama di Asia Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *