Aceh Bergerak Kampanyekan Pelestarian Hutan Beutong Melalui Film Dokumenter

Sejumlah mahasiswa, pegiat lingkungan, serta masyarakat umum mengikuti nobar film dan diskusi isu pelestarian alam, di markas Aceh Bergerak, Lambhuk, Banda Aceh. (Foto: Zik)

Banda Aceh | Fokusinspirasi.com – Komunitas Aceh Bergerak menggelar pemutaran film dokumenter bertajuk Pawang Uteun yang diproduksi Apple Green, Rabu malam, (17/6/2026). Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan diskusi publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya.

Acara yang berlangsung di Banda Aceh tersebut dihadiri mahasiswa, pegiat lingkungan, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu-isu pelestarian alam.

Selain pemutaran film, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif mengenai kondisi hutan Beutong yang saat ini menghadapi berbagai ancaman kerusakan lingkungan.

Ketua panitia, Rofit Alenta, mengatakan kegiatan ini digelar sebagai upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, khususnya kawasan hutan yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat.

“Kami berharap melalui pemutaran film dan diskusi ini, masyarakat semakin peduli dan mencintai lingkungan. Bukan hanya hutan, tetapi juga lingkungan di sekitar tempat tinggal kita,” ujar Rofit.

Baca Juga  Pertamina Salurkan Seribu Seragam Sekolah untuk Siswa Terdampak Bencana di Aceh

Diskusi menghadirkan Eksekutif Daerah Walhi Aceh, Munawwir Abdullah, serta Dosen Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Serambi Mekkah, Teuku Muhammad Zulfikar, sebagai pemateri.

Dalam paparannya, Munawwir menyoroti maraknya aktivitas penebangan liar dan pembukaan lahan untuk pertambangan yang mengancam kelestarian hutan Beutong. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memperparah kerusakan lingkungan, terlebih kawasan itu belum sepenuhnya pulih pascabencana yang terjadi pada 2025.

“Hasil pendapatan masyarakat Beutong berasal dari hutan, bukan dari membuka lahan. Karena itu, menjaga hutan berarti menjaga sumber kehidupan masyarakat,” kata Munawwir.

Sementara itu, Teuku Muhammad Zulfikar menegaskan bahwa hutan Beutong memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar nilai ekonomi. Hutan juga menjadi bagian penting dari identitas budaya dan ruang hidup masyarakat setempat.

“Hutan bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga ruang hidup yang menopang kehidupan sekaligus identitas budaya masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga  Anggaran Pengadaan Mobil Dinas Baru Bupati Aceh Utara Rp2,3 Miliar

Dalam sesi diskusi, peserta juga diajak untuk mengambil peran aktif dalam upaya pelestarian lingkungan. Mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis sebagai agent of change yang mampu mengedukasi dan menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan.

Salah seorang peserta, Bogum, mahasiswa asal Papua, mengajak generasi muda untuk tidak menutup mata terhadap ancaman kerusakan hutan.

“Ayo kawan-kawan Aceh, buka mata dan niatkan hati untuk menjaga hutan demi masa depan anak dan cucu kita,” ujarnya.

Melalui pemutaran film Pawang Uteun dan diskusi publik ini, Aceh Bergerak berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga kelestarian hutan Beutong sebagai penopang ekosistem, sumber penghidupan, sekaligus warisan budaya yang harus dilindungi bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *