![]()
Jakarta | Fokusinspirasi.Com – Ketua Umum Gerakan Indonesia Mandiri ( Ketum GIM ) Heikal Safar Pemasok program Makan Bergizi Gratis bersama Menteri Agama Republik Indonesia Prof DR KH Nasaruddin Umar melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan uuntuk meresmikan sekaligus peletakan Batu Pertama pembangunan 6 ( enam) Dapur mandiri milik Ketua Umum Gerakan Indonesia Mandiri .Selasa (15 /04/2025)
Heikal Safar sebagai Pengusaha Muda asal aceh ini, menjadi Salah satu mitra pemerintah dalam program MBG tersebut,dengan tujuan ikut mendukung dan berpartisipasi dalam mewujudkan program Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
“Saya selaku Ketum GIM mengucapakan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran serta dukungan bapak Menteri Agama RI Prof DR KH Nasaruddin Umar yang telah meresmikan pembangunan 6 dapur mandiri program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pembangunannya diperkirakan akan mulai dikerjakan paling lambat akhir bulan April 2025 ini,”
“Ketum GIM Heikal Safar yang juga selaku Pengusaha Muda asal aceh yang bergerak dibidang pertambangan Batubara ,menjelaskan adapun Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi digelar serentak di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Bone.Provinsi Sulawesi Selatan ini.
“Salah satunya yang saat ini sedang kami lakukan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang sesuai dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN).” Jelas Heikal Safar.
Lanjut ” Haikal Safar bahwa pembangunan Dapur Mandiri ini ditargetkan mampu memproduksi hingga 8.000 porsi makanan Bergizi Gratis setiap harinya, dengan rata-rata 3.000 siswa- siswi sebagai penerima manfaat.
Dapur MBG yang dibangun ini bekerjasama dengan Badan Gizi Nasional (BGN ) melalui pola kemitraan mandiri dan kami bakal membangun setidaknya enam dapur mandiri di Kabupaten Bone guna menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto
“Jadi di Kabupaten Bone ini, Insya-Allah akan kami bangun enam dapur mandiri yang lokasinya itu di kampung halamannya Menteri Agama RI, prof Nasaruddin Umar yakni di Desa Ujung, kemudian di Mare nanti dua, kemudian setelah itu akan menyeluruh ke Sulawesi Selatan, ” ujar Heikal Safar yang juga dikenal selaku Pengusaha Batubara tersebut.
Lanjut Ketua Umum Gerakan Indonesia Mandiri Heikal Safar bahwa ke enam dapur Mandiri tentunya baru akan dibangun mengikuti standar BGN.
“InsyaAllah dalam dua bulan dapur ini sudah siap dijalankan. Tapi kami upayakan dipercepat. Paling lambat itu dua bulan,” Ucap Heikal Safar.
Selain itu, Heikal Safar juga mengakui saat ini pihaknya sedang menunggu alat yang akan digunakan dalam MBG di Kabupaten Bone.
“Kami dalam kurun waktu satu minggu ini masih menunggu dulu alat-alatnya yang akan dikirim dari Jakarta. Jadi mungkin akhir April MBG di Kabupaten Bone ini sudah jalan karena sambil menunggu selesai pembangunan dapurnya ,” ungkap Heikal Safar.
Kemudian Heikal Sadar berharap program MBG di Kabupaten Bone bisa secepatnya dapat terealisasi Anggaran makan siang gratis, lantaran Pemerintah telah menetapkan anggaran yang diproyeksikan mencapai Rp 420 triliun untuk menjalankan program makan bergizi gratis selama Januari hingga Desember 2025.
“Adapun penerima awal program makan bergizi gratis adalah anak sekolah, anak di bawah lima tahun (balita), ibu hamil, dan ibu menyusui yang berada di 190 titik pada 26 provinsi di Indonesia, ”
Adapun daerah yang akan di dirikan dapur umum tersebut :
Aceh,Bali,Sumatera Barat,Sumatera Utara,Kepulauan Riau,Riau,Lampung,Banten,Jawa Barat,Jakarta,Jawa Tengah,Jawa Timur,Daerah Istimewa Yogyakarta,Gorontalo,Sulawesi Barat,Sulawesi,Selatan,Sulawesi,Tenggara,
Sulawesi Utara,Kalimantan Timur,Kalimantan Utara,Kalimantan Selatan,Maluku,Maluku Utara,Nusa Tenggara Timur,Papua Barat,Papua Selatan.
Kebutuhan Anggaran yang Sangat Besar Menurut Badan Gizi Nasional, kebutuhan dana program ini sangat besar, diperkirakan mencapai Rp 1,2 triliun per hari untuk menjangkau seluruh target penerima.
Anggaran awal sebesar Rp 71 triliun dipandang hanya sebagai langkah awal untuk implementasi program hingga Juni 2025.
Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulhas menekankan pentingnya kerja keras dari semua pihak terkait untuk memastikan program ini berjalan dengan baik.
Lanjut Zulhas manfaat Ekonomi dari Program Selain meningkatkan gizi masyarakat, program ini diharapkan memberikan dampak positif pada sektor ekonomi, termasuk koperasi dan petani lokal.
“Kalau kita tidak serius mempersiapkan, bagaimana kita memastikan pasokan telur, beras, ikan, dan bahan pokok lain tersedia? Kita harus mengejar ketertinggalan dari negara seperti Thailand dan Vietnam,” kata Zulhas.
Sedangkan Menurut Kementerian Koperasi, program ini dapat meningkatkan keuntungan koperasi hingga Rp 28 triliun, berkat tingginya permintaan bahan makanan lokal.
Program makan bergizi gratis diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif di masa depan.””ujarnya “”