Lumpur dan Ancaman Longsor Hantui Jalan Takengon–Bintang, Warga Minta Penanganan Menyeluruh

Warga nyaris terjatuh saat melintas di jalan lintas Takengon–Bintang, tepatnya di Desa Gele Pulo, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. (Foto: RM)

Aceh Tengah | Fokusinspirasi.com – Kondisi jalan lintas Takengon–Bintang, tepatnya di Desa Gele Pulo, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, kembali memprihatinkan. Setiap kali hujan turun, badan jalan dipenuhi lumpur akibat material tanah dari tebing di sisi jalan yang masih rawan longsor.

Kondisi tersebut menyulitkan masyarakat yang melintasi jalur itu untuk berbagai keperluan, mulai dari menuju pusat Kota Takengon, mengakses lahan pertanian, hingga mengantarkan anak-anak ke sekolah. Ruas jalan ini juga menjadi salah satu akses perjalanan menuju Kabupaten Gayo Lues.

Material tanah yang terus turun dari tebing membuat badan jalan kembali tertutup lumpur, meskipun sebelumnya telah dibersihkan. Akibatnya, penanganan yang hanya bersifat sementara dinilai belum mampu mengatasi persoalan yang terus berulang setiap kali hujan mengguyur kawasan tersebut.

Baca Juga  Wali Nanggroe Bersama Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda, Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis di Aceh

Selain menghambat mobilitas warga, kondisi tebing yang masih labil juga menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan. Mereka harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama ketika hujan turun dan material tanah kembali menutupi permukaan jalan.

Dampak kondisi ini turut dirasakan masyarakat yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada jalur tersebut. Petani berisiko mengalami kendala saat menuju kebun, sementara guru dan siswa harus menghadapi kesulitan perjalanan untuk menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Salah seorang pengguna jalan, Suryati, mengatakan jalan yang kembali berlumpur setelah hujan kerap menyulitkan perjalanan masyarakat. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar jalur tersebut dapat dilalui dengan lebih mudah dan aman.

Menurut warga, persoalan ini membutuhkan penanganan menyeluruh, tidak hanya dengan membersihkan lumpur yang menutupi badan jalan, tetapi juga mengatasi sumber material tanah dari tebing yang masih rawan longsor.

Baca Juga  Komitmen ESG Berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Raih Tiga IGA 2026 Berpredikat Platinum

Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan peninjauan serta menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk upaya pengamanan tebing dan perbaikan badan jalan sesuai kondisi di lapangan.

Penanganan yang berkelanjutan dinilai penting agar persoalan lumpur dan longsor tidak terus berulang setiap kali hujan turun. Dengan demikian, akses masyarakat menuju pusat Kota Takengon, lahan pertanian, sekolah, serta perjalanan ke wilayah Gayo Lues dapat kembali berjalan lancar dan aman.

Warga berharap keluhan ini menjadi perhatian serius pemerintah, sehingga perbaikan tidak berhenti pada penanganan darurat, tetapi benar-benar memberikan solusi jangka panjang bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada jalan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *