Cegah Abrasi dan Erosi, LIMA Laksanakan Revegetasi Bantaran Sungai Matangkuli

Aceh Utara | Fokusinspirasi.com — Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Lumbung Informasi Mahasiswa Matangkuli (LIMA) melaksanakan kegiatan revegetasi dan agroforestri riparian di bantaran sungai Gampong Parang Sikureung, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Pembelaan Lingkungan Hidup dan Hak Asasi Manusia (LPLHa) melalui program Dana Nusantara (DANUS).

Aksi penanaman pohon tersebut juga melibatkan Palang Merah Remaja (PMR) dan Pramuka SMAN 1 Matangkuli sebagai panitia lokal.

Selain itu, kegiatan turut dihadiri oleh sejumlah unsur pemerintah daerah Aceh Utara, di antaranya Bappeda, DLHK, Disbunaksa, Disporapar, serta Muspika Kecamatan Matangkuli yang meliputi Camat, Kapolsek, dan Danramil. Hadir pula Imum Mukim, Geuchik Gampong Parang Sikureung, serta para petani di sekitar bantaran Sungai Matangkuli.

Baca Juga  Eks Artis LIDA 2018, Jadi Pengamen Biola untuk Biayai Kuliah

Ketua LIMA, Mufaddhal, menyampaikan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan menanam pohon, melainkan bentuk investasi sosial dan ekologis untuk masa depan.

“Apa yang kita tanam hari ini, itulah yang akan kita tuai di masa depan. Ketika kita menanam kepedulian terhadap alam, maka kelak kita akan memanen kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa revegetasi bantaran sungai diharapkan mampu membantu mencegah abrasi dan erosi, sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda agar semakin peduli terhadap keberlangsungan ekosistem.

Sementara itu, Geuchik Parang Sikureung, Jumadi, menilai langkah kolektif yang dilakukan mahasiswa dan pelajar ini merupakan bentuk nyata kepedulian dalam menjaga ekosistem sungai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan hidup di kawasan Parang Sikureung dan sekitarnya.

Baca Juga  HIPMI Kota Lhokseumawe Buka Pendaftaran Calon Ketua Baru

“Dalam kegiatan ini, kita melakukan penanaman sebanyak 600 batang pohon, di antaranya bambu, aren, serta tanaman bernilai ekonomis seperti mangga dan durian. Penanaman ini dilakukan di bantaran sungai yang memiliki fungsi ekologis sekaligus manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan penanaman diawali dengan seremoni simbolis oleh masing-masing perwakilan sebagai tanda dimulainya program Revegetasi dan Agroforestri Riparian di bantaran Sungai Parang Sikureung, Kecamatan Matangkuli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *