Salurkan Mesin Obras kepada 63 Warga Korban Konflik di Langsa, Dorong Kemandirian Ekonomi

Badan Reintegrasi Aceh (BRA) berfoto bersama peserta dalam kegiatan pembekalan pelatihan menjahit dan menyerahkan bantuan mesin obras, di Langsa, Aceh.

Langsa | Fokusinspirasi.com –  Badan Reintegrasi Aceh (BRA) terus berupaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat korban konflik melalui program pemberdayaan keterampilan dan bantuan peralatan usaha.

Kali ini, BRA menggelar kegiatan pembekalan keterampilan menjahit sekaligus menyerahkan bantuan mesin obras kepada 63 peserta di Kota Langsa, Aceh, Rabu 04 November 2026.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam mengembangkan usaha menjahit, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi keluarga penerima manfaat.

Sekretaris BRA, Mahdi Efendi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa terdapat tiga kelompok masyarakat yang menjadi sasaran penerima bantuan BRA, yakni eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), tahanan politik dan narapidana politik (tapol/napol), serta masyarakat korban konflik.

Ia berharap, melalui pelatihan dan bantuan mesin obras tersebut, para penerima manfaat dapat mengembangkan usaha secara mandiri dan membangun sumber penghasilan yang berkelanjutan.

“Melalui program ini, kita berharap masyarakat korban konflik dapat meningkatkan keterampilan serta membangkitkan perekonomian keluarga,” ujarnya.

Baca Juga  Rumah Milik Lansia di Aceh Utara Terbakar, Uang Rp70 Juta Ludes

Sementara itu, Deputi II Penguatan Kapasitas, Kelembagaan dan Reintegrasi BRA, Yulian, mengingatkan para penerima agar tidak memperjualbelikan bantuan yang telah diberikan pemerintah.

Ia meminta seluruh bantuan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung kegiatan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Panglima Wilayah Langsa, Burhansyah, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh melalui BRA atas perhatian dan dukungan terhadap masyarakat korban konflik di Kota Langsa.

Menurutnya, sebanyak 63 peserta yang menerima bantuan tersebut diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan usaha, baik skala kecil maupun menengah.

Ia juga berharap bantuan peralatan menjahit tersebut mampu menopang perekonomian masyarakat dan menciptakan kemandirian keluarga.

Salah seorang peserta, Siti Fatimah Zuhra, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan mesin obras karena selama ini dirinya telah menjalankan usaha menjahit.

Menurutnya, tambahan peralatan tersebut akan sangat membantu meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan usaha yang telah dirintisnya.

Baca Juga  Petani Cot Girek Terancam Rugi Ganda, Harga Gabah Anjlok di Tengah Serangan Wereng

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapatkan bantuan ini. Kebetulan saya sudah memiliki usaha menjahit. Semoga dengan tambahan mesin obras ini, usaha saya semakin berkembang dan dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Satuan Pelaksana (Satpel) BRA Kota Langsa, Bustami atau yang akrab disapa Adoe, menjelaskan bahwa program bantuan mesin obras tersebut merupakan inisiatif Ketua Satpel BRA Kota Langsa, Marzuki M. Jamil.

Ia menyebutkan, sebelumnya masyarakat telah mendapatkan bantuan mesin jahit. Namun, untuk mendukung kelancaran dan pengembangan usaha, diperlukan peralatan tambahan berupa mesin obras.

Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan para pelaku usaha menjahit dapat meningkatkan kualitas hasil produksi sekaligus memperluas peluang usaha.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris BRA, Mahdi Efendi, Deputi II Yulian, Kepala Bagian Umum, Perlengkapan dan Sumber Daya Manusia Ardian, Kepala Bagian Hukum Sekretariat BRA Masfirah, serta Panglima Wilayah Langsa Burhansyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *