Puluhan Tahun Terabaikan, Jalan Bak Kubang Kerbau di Aceh Utara Dikeluhkan Warga: Kami Hanya Ingin Jalan Layak

Kondisi jalan kemukiman krueng pasee, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh utara, “bak kubangan kerbau” dikeluhkan warga. Foto: RM

Aceh Utara | Fokusinspirasi.com — Kondisi jalan Kemukiman Krueng Pasee, tepatnya berada antara Desa Tengoh, Desa Tanjong Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan parah dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan, 10 Juni 2026.

Jalan yang menjadi akses utama masyarakat tersebut kini berubah seperti kubangan. Lumpur tebal menggenangi badan jalan sehingga warga yang beraktivitas setiap hari harus ekstra hati-hati saat melintas. Kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

Saat musim kemarau, persoalan lain muncul. Debu yang beterbangan dari jalan rusak disebut mengganggu kenyamanan warga dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Jalan tersebut menjadi jalur penting bagi masyarakat, mulai dari anak-anak yang pergi ke sekolah, petani yang menuju lahan pertanian, hingga warga yang membutuhkan akses menuju pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Utara.

Baca Juga  Soal Dugaan BBM Oplosan, Pertamina Tegaskan Kualitas Pertamax Sesuai Spesifikasi

Arifin, salah seorang warga Gampong Blang, Kecamatan Syamtalira Aron, mengatakan kondisi jalan tersebut sudah berlangsung selama sekitar 20 tahun tanpa penanganan serius dari pemerintah.

“Sudah lama sekali kondisi jalan seperti ini. Kalau hujan jadi lumpur, kalau panas debunya luar biasa. Perbaikan hanya dilakukan secara darurat oleh masyarakat atau bantuan swadaya dari dermawan setempat,” ujar Arifin.

Menurutnya, warga tidak menuntut pembangunan yang mewah, melainkan hanya mengharapkan akses jalan yang layak, aman, dan dapat digunakan dengan nyaman.

“Padahal kami tinggal di lingkungan perusahaan minyak dan gas bumi yang dulu di kelola Exxonmobil yang sudah mengakhiri operasional ladang minyak dan gas sejak oktober 2015, kini perusahaan PT Pema Global Energi mengelola minyak dan gas bumi. Kami tidak meminta jalan yang mewah, hanya ingin jalan yang layak dan manusiawi. Bagaimana Aceh Utara bisa bangkit kalau masyarakat masih harus melewati jalan berlumpur setiap hari,” katanya.

Baca Juga  Pernyataan Rampok Dana JKA, Jubir Pemerintah Aceh: Terlalu Semena-mena

Sementara itu, Bupati Aceh Utara Ismail saat dikonfirmasi terkait keluhan warga menyarankan agar persoalan tersebut dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Aceh Utara, Jafar, karena dirinya sedang berada di Jakarta.

Sementara itu, Jafar,  Kepala Dinas PU Aceh Utara, belum merespon panggilan konfirmasi.

Warga berharap pemerintah daerah dapat segera memperhatikan kondisi jalan tersebut karena menjadi urat nadi aktivitas masyarakat di kawasan Kemukiman Krueng Pasee.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *