Banjir Menghancurkan Sekolah, Warga Bangun Harapan Baru Lewat Gotong Royong

Warga bergotong-royong membangun sekolah memanfaatkan kayu sisa Bencana agar proses belajar mengajar tetap berjalan di Dusun Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur. (Foto: Maimunzir)

Aceh Timur | Fokusinspirasi.com — Tujuh bulan pascabanjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Timur, kondisi pendidikan di Dusun Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, masih memprihatinkan. Kerusakan gedung sekolah membuat puluhan siswa harus belajar dalam kondisi serba terbatas, 26 Juni 2026.

Bangunan sekolah yang sebelumnya menjadi tempat kegiatan belajar mengajar mengalami kerusakan akibat bencana. Sementara tenda darurat yang sempat digunakan sebagai ruang belajar juga rusak setelah diterjang angin kencang.

Melihat kondisi tersebut, warga bersama relawan berinisiatif membangun sekolah darurat secara mandiri agar proses belajar mengajar tetap berjalan.

Kepala Dusun Sahraja, Ismail mengatakan, setelah bencana banjir, warga sempat mendirikan ruang belajar menggunakan tenda darurat. Namun, kondisi cuaca buruk membuat fasilitas tersebut tidak bertahan lama.

Baca Juga  Ketua DPC PDI Perjuangan Aceh Utara Hadiri Buka Puasa Bersama Forum Kerani Aceh Utara

“Setelah banjir, kami berusaha membuat tempat belajar sementara. Namun karena angin kencang, tenda rusak dan tidak bisa digunakan lagi,” ujar Ismail.

Untuk memulihkan aktivitas pendidikan, relawan dari Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Pengurus Aceh memberikan bantuan dana pembangunan sekolah darurat.

Pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat. Material kayu yang terbawa banjir juga dimanfaatkan kembali untuk mempercepat pembangunan.

“Untuk tahap awal baru tiga ruang kelas yang bisa dibangun. Kami berharap pemerintah bisa memberikan perhatian agar sekolah permanen dapat segera dibangun,” kata Ismail.

Di lokasi pembangunan, warga dan relawan terlihat bahu-membahu menyelesaikan bangunan sekolah darurat. Mereka berharap fasilitas tersebut segera rampung agar siswa dapat kembali belajar dengan nyaman.

Baca Juga  Gubernur Mualem Lantik Sejumlah Pejabat Eselon II, Berikut Nama-namanya

Guru SDN Sarahgala, Siti Sari mengatakan, saat banjir terjadi, gedung sekolah mengalami kerusakan sehingga siswa terpaksa belajar di tenda.

“Setelah tenda rusak diterjang angin, kondisi belajar kembali terkendala. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah,” ungkapnya.

Selain pembangunan gedung sekolah permanen, masyarakat juga meminta bantuan perlengkapan belajar mengajar agar kegiatan pendidikan di Dusun Sahraja dapat kembali berjalan normal.

Hingga kini, harapan warga masih tertuju kepada pemerintah agar pemulihan sektor pendidikan pascabencana tidak terabaikan, terutama bagi anak-anak di daerah pedalaman Aceh Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *