Aceh Siap Bersaing di MTQN 2026, Mental dan Pembinaan Jadi Kunci Prestasi

Banda Aceh  | Fokusinspirasi.com – Sebanyak 58 peserta Kafilah Aceh siap bersaing pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQN) XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Ajang ini menjadi momentum menguji hasil pembinaan sekaligus mempersiapkan kafilah Aceh menuju MTQN 2028 yang diproyeksikan berlangsung di Aceh.

Kafilah Aceh secara resmi dilepas oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, ST, M.Si., di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Kamis (3/9/2026). Kontingen Aceh berjumlah 81 orang, terdiri atas 58 peserta, 14 pelatih, dan sembilan official.

Dalam pelepasan tersebut, Taufik meminta para peserta menjaga kesehatan, stamina, dan ketenangan selama mengikuti perlombaan. Ia juga mengingatkan bahwa setiap peserta membawa nama Aceh di tingkat nasional.

“Berangkatlah dengan niat yang baik, dengan keyakinan, ketekunan, dan semangat untuk memberikan yang terbaik,” ujar Taufik.

Baca Juga  Sempat Kabur, Tersangka Pembunuhan Santri Berhasil Ditangkap

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh sekaligus Ketua Kafilah Aceh, Dr. Tgk. H. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., mengatakan Aceh telah memenuhi kuota peserta pada seluruh cabang yang diperlombakan.

Menurut Misran, seluruh peserta telah melalui rangkaian pembinaan dan training sebagai persiapan menghadapi persaingan nasional. Ia berharap proses tersebut dapat terlihat dari penampilan kafilah di arena.

“Yang paling penting, anak-anak kita bisa tampil maksimal dan menunjukkan kemampuan terbaik yang sudah mereka persiapkan selama pembinaan. Mereka membawa nama Aceh, sehingga harus tampil dengan penuh tanggung jawab,” kata Misran.

Mental Jadi Penentu

Ketua Harian LPTQ Aceh, Dr. Hajarul Akbar, MA., menilai kesiapan mental menjadi salah satu faktor penting yang menentukan penampilan peserta. Ia meminta kafilah tidak terbebani target maupun kekuatan lawan.

Baca Juga  Faisal Jamaluddin Sebut Penunjukan Alkhudri sebagai PLT Sekda Aceh Diduga Maladministrasi

“Jangan terlalu terbebani dengan persaingan. Fokus saja pada kemampuan masing-masing, apa yang sudah dipersiapkan, dan tampilkan yang terbaik,” katanya.

Hajarul juga mendorong pola pembinaan yang lebih panjang dan berkelanjutan. Ia mengingatkan pengalaman Aceh pada MTQ Nasional 2003 di Kalimantan Tengah, ketika Aceh mampu menempati peringkat keempat nasional setelah menjalani training hingga delapan bulan.

Pengalaman tersebut dinilai penting menjadi bahan evaluasi, terlebih Aceh diproyeksikan menjadi tuan rumah MTQN 2028.

MTQN XXXI dijadwalkan berlangsung di Semarang pada 11–20 September 2026. Bagi Aceh, ajang ini bukan hanya soal peringkat, tetapi juga menjadi tolok ukur hasil pembinaan dan pijakan mempersiapkan kafilah yang lebih kuat menuju MTQN 2028.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *