100 Anak Yatim dan Fakir Miskin Ikuti Khitan Massal Gratis di Simpang Keuramat

Aceh Utara | Fokusinspirasi.com – Sebanyak 100 anak yatim dan fakir miskin dari berbagai desa di Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, mengikuti khitan massal gratis yang digelar KPA Sagoe Teungku Keuramat bersama Koperasi Keuramat Jaya Energy dan Laskar Pemuda Aceh, Senin (2/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman gedung koperasi produsen setempat itu mendapat antusias dari masyarakat. Sejak pagi, para peserta didampingi orang tua masing-masing telah memadati lokasi kegiatan untuk menunggu giliran menjalani proses khitan.

Petinggi KPA Simpang Keuramat, Tgk. Fauzan Hamzah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap anak yatim dan fakir miskin di wilayah tersebut.

Baca Juga  Adaptasi Era Digital, KPS FH Unimal Selenggarakan Webinar Desain untuk Mahasiswa Hukum

“Kegiatan ini kita laksanakan untuk membantu anak-anak yatim dan fakir miskin di Simpang Keuramat guna meringankan beban orang tua mereka. Setelah proses khitan selesai, anak-anak menerima paket sembako dan kain sarung,” ujar Fauzan.

Ia menambahkan, sebelumnya pihaknya juga telah membagikan paket daging meugang menjelang Ramadan. Selain itu, bantuan tambahan juga direncanakan kembali menjelang Hari Raya Idulfitri.

Menurutnya, proses pemulihan para peserta turut menjadi perhatian panitia. Tim kesehatan akan melakukan kontrol lanjutan untuk memastikan kondisi anak-anak benar-benar pulih.

Baca Juga  10 hari Tenggelam Di sungai Krueng pasee Farhat ditemukan Mengampung di Laut

“Setelah mereka dikhitan, pemulihannya tetap kita pantau hingga benar-benar sembuh. Jika ada kendala, tentu akan segera ditangani,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga, Yusri, mengaku sangat terbantu dengan adanya khitan gratis tersebut. Ia menyebut kondisi ekonomi yang sulit membuat biaya khitan mandiri, yang bisa mencapai lebih dari Rp500 ribu, menjadi beban bagi keluarga kurang mampu.

“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan ini kami sangat terbantu. Semoga ke depan terus ada, supaya masyarakat yang membutuhkan bisa merasakannya,” tutur Yusri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *