<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>aceh bergerak Archives - Fokus Inspirasi</title>
	<atom:link href="https://fokusinspirasi.com/tag/aceh-bergerak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fokusinspirasi.com/tag/aceh-bergerak/</link>
	<description>Cepat, Akurat dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Nov 2025 14:38:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://fokusinspirasi.com/wp-content/uploads/2025/01/cropped-ACTION14-90x90.png</url>
	<title>aceh bergerak Archives - Fokus Inspirasi</title>
	<link>https://fokusinspirasi.com/tag/aceh-bergerak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">239717873</site>	<item>
		<title>Plt. Kadisdik Aceh: Guru Tak Hanya Mengajar, Tapi Menuntun ke Surga</title>
		<link>https://fokusinspirasi.com/plt-kadisdik-aceh-guru-tak-hanya-mengajar-tapi-menuntun-ke-surga/</link>
					<comments>https://fokusinspirasi.com/plt-kadisdik-aceh-guru-tak-hanya-mengajar-tapi-menuntun-ke-surga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Fokus Inspirasi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2025 14:38:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[aceh bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[serambi Mekkah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fokusinspirasi.com/?p=11009</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aceh Tengah &#124; Fokusinspirasi.com— Mentari baru menampakkan sinarnya di langit Takengon. Udara <a class="read-more" href="https://fokusinspirasi.com/plt-kadisdik-aceh-guru-tak-hanya-mengajar-tapi-menuntun-ke-surga/" title="Plt. Kadisdik Aceh: Guru Tak Hanya Mengajar, Tapi Menuntun ke Surga" itemprop="url"></a></p>
<p>The post <a href="https://fokusinspirasi.com/plt-kadisdik-aceh-guru-tak-hanya-mengajar-tapi-menuntun-ke-surga/">Plt. Kadisdik Aceh: Guru Tak Hanya Mengajar, Tapi Menuntun ke Surga</a> appeared first on <a href="https://fokusinspirasi.com">Fokus Inspirasi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_11010" aria-describedby="caption-attachment-11010" style="width: 1080px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-11010 size-full" src="https://fokusinspirasi.com/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251108-WA0062.jpg" alt="" width="1080" height="720" /><figcaption id="caption-attachment-11010" class="wp-caption-text">Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin berbincang dengan para guru saat mengunjungi sejumlah sekolah di Aceh Tengah. <em>(Foto: Ist) </em></figcaption></figure>
<p><strong>Aceh Tengah | Fokusinspirasi.com</strong>— Mentari baru menampakkan sinarnya di langit Takengon. Udara dingin khas “Negeri di Atas Awan” masih menyelimuti kota kecil di jantung Aceh Tengah itu. Namun di tengah kesejukan pagi Sabtu, 8 November 2025, langkah Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP, telah lebih dulu menghangatkan suasana.</p>
<p>Didampingi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dahlawi, ia menapaki halaman SMKN 1, SMAN 1, dan SMAN 4 Takengon. Tak ada undangan resmi, tak pula acara seremonial. Kunjungan itu dilakukan dengan sederhana — hanya untuk mendengar langsung denyut pendidikan dari sumbernya: para guru yang menjadi ujung tombak perubahan.</p>
<p>“Mengajar adalah ibadah, dan guru adalah orang yang paling dekat dengan surga,”<br />
ujar Murthalamuddin dalam perbincangan santai bersama sejumlah guru pagi itu.</p>
<p>Ia menuturkan, setiap langkah seorang guru menuju sekolah sejatinya adalah langkah menuju pahala.</p>
<p>“Karena itu, lakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan, sebab di situlah letak nilai ibadahnya,” pesannya.</p>
<p>Dalam dialog hangat tersebut, Murthalamuddin juga menyinggung hakikat pendidikan — bahwa pendidikan bukan sekadar membangun gedung megah atau melengkapi fasilitas modern, tetapi menumbuhkan semangat, ketulusan, dan kasih sayang di setiap ruang belajar.</p>
<p>Sebagai sosok yang meniti karier dari seorang guru, ia memahami betul makna pengabdian. Ia mengingatkan bahwa ada satu amal yang tak akan terputus meski seseorang telah tiada: ilmu yang bermanfaat. Dan amal itu, setiap hari dikerjakan para guru.</p>
<p>“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Ilmu yang bermanfaat dan manusia yang memberi manfaat — keduanya ada dalam diri seorang guru. Karena itu, guru sangat dekat dengan surga,” kata Murthalamuddin.<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_251108_212957_524.sdocx--></p>
<p>The post <a href="https://fokusinspirasi.com/plt-kadisdik-aceh-guru-tak-hanya-mengajar-tapi-menuntun-ke-surga/">Plt. Kadisdik Aceh: Guru Tak Hanya Mengajar, Tapi Menuntun ke Surga</a> appeared first on <a href="https://fokusinspirasi.com">Fokus Inspirasi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://fokusinspirasi.com/plt-kadisdik-aceh-guru-tak-hanya-mengajar-tapi-menuntun-ke-surga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">11009</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bang Prak dan Raja Umar Sambut Gagasan Film Aceh–Turki: Stetmen Fadli Zon terkesan Omon-Omon</title>
		<link>https://fokusinspirasi.com/bang-prak-dan-raja-umar-sambut-gagasan-film-aceh-turki-stetmen-fadli-zon-terkesan-omon-omon/</link>
					<comments>https://fokusinspirasi.com/bang-prak-dan-raja-umar-sambut-gagasan-film-aceh-turki-stetmen-fadli-zon-terkesan-omon-omon/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Fokus Inspirasi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2025 14:29:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[aceh bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli zon]]></category>
		<category><![CDATA[film aceh-turki]]></category>
		<category><![CDATA[filmmaker aceh]]></category>
		<category><![CDATA[sineas aceh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fokusinspirasi.com/?p=10206</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banda Aceh &#124; Fokusinspirasi.com &#8211; Artis senior sekaligus produser film lokal, M <a class="read-more" href="https://fokusinspirasi.com/bang-prak-dan-raja-umar-sambut-gagasan-film-aceh-turki-stetmen-fadli-zon-terkesan-omon-omon/" title="Bang Prak dan Raja Umar Sambut Gagasan Film Aceh–Turki: Stetmen Fadli Zon terkesan Omon-Omon" itemprop="url"></a></p>
<p>The post <a href="https://fokusinspirasi.com/bang-prak-dan-raja-umar-sambut-gagasan-film-aceh-turki-stetmen-fadli-zon-terkesan-omon-omon/">Bang Prak dan Raja Umar Sambut Gagasan Film Aceh–Turki: Stetmen Fadli Zon terkesan Omon-Omon</a> appeared first on <a href="https://fokusinspirasi.com">Fokus Inspirasi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_10207" aria-describedby="caption-attachment-10207" style="width: 2560px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-10207" src="https://fokusinspirasi.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250413-WA0052-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="2062" srcset="https://fokusinspirasi.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250413-WA0052-scaled.jpg 2560w, https://fokusinspirasi.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250413-WA0052-768x619.jpg 768w, https://fokusinspirasi.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250413-WA0052-1536x1237.jpg 1536w, https://fokusinspirasi.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250413-WA0052-2048x1650.jpg 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-10207" class="wp-caption-text">M Insya (Bang Prak) Artis senior sekaligus produser film lokal. <em>Foto: Ist</em></figcaption></figure>
<p><strong>Banda Aceh | Fokusinspirasi.com</strong> &#8211; Artis senior sekaligus produser film lokal, M Insya atau yang lebih dikenal sebagai Bang Prak, dan sutradara muda Raja Umar angkat suara menanggapi rencana kolaborasi film antara Indonesia dan Turki yang digagas oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon,13 April 2025.</p>
<p>Dalam kunjungannya ke Ankara, Turki, Fadli Zon mengusulkan proyek film sejarah yang akan mengangkat hubungan erat antara Kesultanan Aceh dan Kekaisaran Ottoman sebagai bentuk diplomasi budaya. Proyek ini direncanakan menjadi produksi bersama antara Indonesia dan Turki, dengan fokus pada warisan sejarah dan nilai-nilai persahabatan antarbangsa.</p>
<p>Bang Prak, yang telah lama berkiprah dalam dunia hiburan Aceh sebagai musisi, aktor, dan produser film seperti &#8220;Ajarkan Aku Aceh&#8221;—sebuah film edukatif tentang mitigasi bencana—menyambut baik rencana tersebut, namun juga mengkritik stagnasi sektor kreatif Aceh di tingkat lokal.</p>
<p>“Selama ini sektor kreatif Aceh mandul, bukan karena kurang talenta, tapi karena kurangnya dukungan nyata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Akses untuk berkarya masih terbatas pada kalangan tertentu. Kalau benar-benar mau hidupkan perfilman Aceh, harus ada ruang yang setara dan terbuka,” ujar Bang Prak.</p>
<figure id="attachment_10209" aria-describedby="caption-attachment-10209" style="width: 2560px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-10209" src="https://fokusinspirasi.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250413-WA0050-1-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="2383" srcset="https://fokusinspirasi.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250413-WA0050-1-scaled.jpg 2560w, https://fokusinspirasi.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250413-WA0050-1-768x715.jpg 768w, https://fokusinspirasi.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250413-WA0050-1-1536x1430.jpg 1536w, https://fokusinspirasi.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250413-WA0050-1-2048x1907.jpg 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-10209" class="wp-caption-text">Raja Umar, Sutradara muda/Jurnalis senior. <em>Foto: Ist</em></figcaption></figure>
<p>Sementara itu, Raja Umar, sutradara film “Surat dari Ahmad” yang mengisahkan lada sicupak dan diplomasi Aceh–Turki, juga memberikan tanggapan positif. Film besutannya sebelumnya didanai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui program Indonesiana.tv, namun kini program tersebut malah tak bergumam lagi. sejak perubahan kepemimpinan.</p>
<p>“Kami menyambut baik inisiatif Pak Menteri. Film Aceh–Turki adalah ide luar biasa. Tapi kami berharap proyek ini tidak hanya melibatkan sineas nasional dan luar negeri, tapi juga mengajak pelaku film Aceh terlibat langsung, dari penulisan, riset, hingga produksi,” kata Umar.</p>
<p>Pun demikian, Kedua seniman lokal ini menilai bahwa rencana-rencana seperti itu terkesan hanya omon-omon saja. Berharap, Kemendidbut menjadi tonggak kebangkitan ekosistem perfilman yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.</p>
<p>“Kalau pusat sudah mulai melirik sejarah Aceh, masa daerahnya sendiri malah tertinggal? Kita harus bergerak bersama,” tutup Bang Prak.</p>
<p>Bang prak juga mengkritisi dinas kebudayaan dan pariwisata Aceh. Dia menyebutkan bahwa sektor kreatif di Aceh saat ini masih &#8220;mandul&#8221;, terutama karena minimnya dukungan nyata dari instansi terkait.</p>
<p>“Selama ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh terkesan pasif dalam membina insan film lokal. Akses terhadap program dan fasilitas hanya terbuka untuk kalangan tertentu, bukan untuk semua seniman yang punya kapasitas. Padahal seharusnya, dinas menjadi rumah bagi semua pelaku budaya dan film. Cet Langet jangan jadi seremonial saja,”tegas Bang Prak.</p>
<p>Para seniman dan pelaku film Aceh berharap agar momentum “omon-omon” ini tidak sekadar menjadi slogan, melainkan menjadi titik tolak nyata dalam pengembangan industri kreatif Nasional dan khususnya Aceh yang inklusif dan berdaya saing.<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_250413_212003_307.sdocx--></p>
<p>The post <a href="https://fokusinspirasi.com/bang-prak-dan-raja-umar-sambut-gagasan-film-aceh-turki-stetmen-fadli-zon-terkesan-omon-omon/">Bang Prak dan Raja Umar Sambut Gagasan Film Aceh–Turki: Stetmen Fadli Zon terkesan Omon-Omon</a> appeared first on <a href="https://fokusinspirasi.com">Fokus Inspirasi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://fokusinspirasi.com/bang-prak-dan-raja-umar-sambut-gagasan-film-aceh-turki-stetmen-fadli-zon-terkesan-omon-omon/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">10206</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fadli Zon Respons Kritik Soal Ide Bangun Bioskop di Aceh</title>
		<link>https://fokusinspirasi.com/fadli-zon-respons-kritik-soal-ide-bangun-bioskop-di-aceh/</link>
					<comments>https://fokusinspirasi.com/fadli-zon-respons-kritik-soal-ide-bangun-bioskop-di-aceh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Fokus Inspirasi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jan 2025 19:46:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[aceh bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[bioskop aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli zon]]></category>
		<category><![CDATA[sineas aceh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fokusinspirasi.com/?p=9189</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#124; Fokusinspirasi.com &#8211; Menteri Kebudayaan Fadli zon merespons kritik yang datang <a class="read-more" href="https://fokusinspirasi.com/fadli-zon-respons-kritik-soal-ide-bangun-bioskop-di-aceh/" title="Fadli Zon Respons Kritik Soal Ide Bangun Bioskop di Aceh" itemprop="url"></a></p>
<p>The post <a href="https://fokusinspirasi.com/fadli-zon-respons-kritik-soal-ide-bangun-bioskop-di-aceh/">Fadli Zon Respons Kritik Soal Ide Bangun Bioskop di Aceh</a> appeared first on <a href="https://fokusinspirasi.com">Fokus Inspirasi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_9190" aria-describedby="caption-attachment-9190" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-9190" src="https://fokusinspirasi.com/wp-content/uploads/2025/01/dc63fb98-7878-4e76-9d44-ba3b7d4483eb.jpeg" alt="" width="480" height="271" srcset="https://fokusinspirasi.com/wp-content/uploads/2025/01/dc63fb98-7878-4e76-9d44-ba3b7d4483eb.jpeg 480w, https://fokusinspirasi.com/wp-content/uploads/2025/01/dc63fb98-7878-4e76-9d44-ba3b7d4483eb-300x169.jpeg 300w, https://fokusinspirasi.com/wp-content/uploads/2025/01/dc63fb98-7878-4e76-9d44-ba3b7d4483eb-270x152.jpeg 270w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-9190" class="wp-caption-text">Menteri Kebudayaan Fadli Zon merespons kritik yang datang terkait gagasannya untuk bioskop dibangun di Aceh. (ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY)</figcaption></figure>
<p class="p1" style="text-align: justify;"><span class="s1"><strong>Yogyakarta | Fokusinspirasi.com</strong> &#8211; Menteri Kebudayaan Fadli zon merespons kritik yang datang terkait gagasannya untuk bioskop dibangun di Aceh. Fadli menilai gagasannya tersebut hanyalah saran semata.</span></p>
<p class="p1" style="text-align: justify;"><span class="s1">&#8220;Bukan tetap dibangun, saya menyarankan agar ada bioskop di sana,&#8221; kata Fadli saat ditemui di Yogyakarta pada Jumat (17/1). &#8220;Saya menyarankan, saya menyampaikan ini kepada kemarin juga wakil gubernur terpilih,&#8221;</span></p>
<p class="p1" style="text-align: justify;"><span class="s1">&#8220;Bahkan saya menyampaikan dalam obrolan saya dengan Wali Nanggroe Aceh, kita perlu [bioskop]. Saya bilang kepada beliau juga [soal] bioskop-bioskop di Aceh,&#8221; lanjutnya.</span></p>
<p class="p1" style="text-align: justify;"><span class="s1">&#8220;Tentu ini karena Aceh ini agak spesifik. Karena Aceh ini menggunakan syariat Islam, jadi perlu ada mungkin penyesuaian dan adaptasi di situ,&#8221; kata Fadli Zon.</span></p>
<p class="p1" style="text-align: justify;"><span class="s1">&#8220;Tapi di negara-negara Islam di Timur Tengah kan juga banyak bioskop. Coba, kalau kita lihat di Doha, di Arab Saudi, banyak bioskop,&#8221; katanya.</span></p>
<p class="p1" style="text-align: justify;"><span class="s1">Arab Saudi sebelumnya melarang keberadaan bioskop selama 35 tahun, hingga untuk pertama kalinya bioskop dibuka di negara kerajaan tersebut pada 18 April 2018. Bahkan Pemerintah Arab Saudi berambisi memiliki 300 bioskop dan 2.000 layar pada 2030.</span></p>
<p class="p1" style="text-align: justify;"><span class="s1">Sementara itu, Qatar pertama kali memiliki bioskop pada 1972. Hingga 2022, negara yang berlandaskan hukum syariat Islam tersebut memiliki sekitar 163 bioskop dan sejumlah festival film internasional.</span></p>
<p class="p1" style="text-align: justify;"><span class="s1">Disisi lain, Fadli zon menyadari konsep menikmati film melalui platform OTT (Over-The-Top). Namun, menurut Fadli, bioskop tetap jadi elemen penting di sektor perfilman yang membuat film bisa dinikmati dengan kualitas suara, gambar, serta pengalaman sinematik lebih baik dibanding menonton dari rumah.</span></p>
<p class="p1" style="text-align: justify;"><span class="s1">&#8220;Jadi yang kita kurang justru bioskop-bioskop itu, layar-layar itu. Di Sumatera Barat yang ada bioskop hanya ada di Kota Padang,&#8221; kata Fadli.</span></p>
<p class="p1" style="text-align: justify;"><span class="s1">&#8220;Jadi orang misalnya dari Bukittinggi atau Payakumbuh, itu harus tiga jam kalau mau datang menonton bioskop. Jadi kurang [jumlah bioskop]. Ini padahal di masa lalu bioskop-bioskop itu hidup,&#8221; lanjutnya.</span></p>
<p class="p1" style="text-align: justify;"><span class="s1">Selain dari pada meningkatkan pengalaman sinematik dari film, bioskop juga menjadi unsur penting dari perkembangan industri perfilman Indonesia yang akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi kreatif.</span></p>
<p class="p1" style="text-align: justify;"><span class="s1">Hal itu seperti yang diungkap Economic Adviser &amp; Senior Economist PT Samuel Sekuritas Indonesia, Fithra Faisal, pada Februari 2024, bahwa perfilman Indonesia memiliki potensi kekayaan intelektual sebesar Rp130 triliun dan bisa menciptakan 400-500 ribu tenaga kerja.</span></p>
<p class="p1" style="text-align: justify;"><span class="s1">&#8220;Jadi di bioskop itu, selain menonton film, apalagi film-film Indonesia, juga ada kulinernya, ada mungkin tempat untuk diskusinya, dan sebagainya,&#8221; kata Fadli Zon.</span></p>
<p class="p1" style="text-align: justify;"><span class="s1">&#8220;Jadi itu suatu ekosistem, environment. Nah, jadi termasuk di Aceh juga ya, memang di Aceh mungkin masih ada kendala terkait dengan Qanun [peraturan daerah Aceh]. Nah, tentu harus ada adaptasi.&#8221; lanjutnya.</span></p>
<p class="p1" style="text-align: justify;"><span class="s1">Sineas asal Aceh sebelumnya mengkritik rencana Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk menghadirkan bioskop di provinsi berbasis syariah tersebut. Hingga saat ini, Aceh menjadi provinsi di Indonesia yang tidak memiliki bioskop.</span></p>
<p class="p1" style="text-align: justify;"><span class="s1">Sutradara dokumenter pendek peraih Piala Citra 2021, Three Faces In The Land of Sharia, Davi Abdullah mengatakan Fadli Zon tidak memahami budaya Aceh dan tren digital yang saat ini memengaruhi perfilman dunia.</span></p>
<p class="p1" style="text-align: justify;"><span class="s1">Davi mengingatkan Fadli Zon bahwa pandangan Aceh soal bioskop tak lepas dari prinsip syariat Islam yang dianggap penting masyarakat.</span></p>
<p class="p1" style="text-align: justify;"><span class="s1">Lebih dari itu, kata dia, budaya Aceh soal hiburan tontonan tak sebatas pelarangan bangunan bioskop. Jika hanya soal biskop, dia menyebut Menteri Fadli Zon berpandangan mundur.</span></p>
<p class="p1" style="text-align: justify;"><em><strong><span class="s2">Dikutip dari media Cnnindonesia.com, Sabtu (18/1/2025).</span></strong></em></p>
<p>The post <a href="https://fokusinspirasi.com/fadli-zon-respons-kritik-soal-ide-bangun-bioskop-di-aceh/">Fadli Zon Respons Kritik Soal Ide Bangun Bioskop di Aceh</a> appeared first on <a href="https://fokusinspirasi.com">Fokus Inspirasi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://fokusinspirasi.com/fadli-zon-respons-kritik-soal-ide-bangun-bioskop-di-aceh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9189</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
